Berita Bone Bolango

Tembus Batu Papan, TNI dan Warga Buka Akses Puncak Waolo Gorontalo

Sejak puluhan tahun lalu, Dusun Waolo berdiri sunyi di punggung bukit Molotabu. Dikelilingi rimbun hutan, dusun kecil di Kecam

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
TMMD 2025 - Komandan Kodim 1304 Gorontalo, Kolonel Arm Asep Ridwan saat bersama Bupati Bone Bolango, Ismet Mile bersama Forkopimda di upacara TMMD 2025, Rabu (23/7/2025). Kolonel Asep mengungkapkan banyak program pada TMMD kali ini salah satunya membuka akses jalan di dusun waolo. Foto (Arianto Panambang). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango — Sejak puluhan tahun lalu, Dusun Waolo berdiri sunyi di punggung bukit Molotabu.

Dikelilingi rimbun hutan, dusun kecil di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ini ibarat pulau di atas gunung, terpisah, terjal, dan seolah sengaja disembunyikan alam.

Untuk menjangkau Waolo, penduduk harus menempuh perjalanan hingga 2,5 jam dari pusat Desa Molotabu.

Jalan setapak berkelok, mendaki, menurun, lalu mendaki lagi. Motor trail jadi tumpuan, selebihnya kaki yang memikul sisa tenaga.

Warganya jalan kaki kalau motor tidak bisa lewat. Saat hujan, batu licin, motor susah naik.

Tak banyak yang tahu, di balik puncak Waolo ada potensi lahan subur, air terjun, hamparan jagung, kacang tanah, dan cabai.

Namun, keterisolasian menjadikan hasil panen hanya sekadar cukup, ekonomi warga nyaris stagnan, tak pernah benar-benar bergerak naik.

Waolo penuh komoditas. Jagung ada, cabai ada, tapi semua itu sulit dibawa keluar lantaran aksesnya. 

Batu papan, begitu warga menyebut jalan di dusun mereka. Sebab di sinilah masalah berakar.

Badan jalan berupa bebatuan keras dan pipih, nyaris tak ada jalur rata yang bisa dilalui kendaraan besar.

Di sinilah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 tahun 2025 hadir membawa harapan.

Sejak dua minggu lalu, ratusan personel Kodim 1304 Gorontalo mulai membuka jalan menuju Waolo. Rabu (23/7/2025), upacara pembukaan resmi digelar di Lapangan Molotabu.

““Kami sudah melaksanakan pra-TMMD selama dua minggu. Setelah pembukaan ini, Satgas akan langsung bekerja di lapangan. Selain itu, kami juga libatkan masyarakat, instansi vertikal, BUMN, dan lembaga lain agar kegiatan ini bisa selesai tepat waktu,” ujar Komandan Kodim 1304 Gorontalo, Kolonel Arm Asep Ridwan, kepada Tribun Gorontalo.

Sebanyak 150 personel dikerahkan, dengan 110 di antaranya bekerja di jalur batu papan.

Meski di atas kertas target pembukaan jalan hanya satu bulan, medan Dusun Waolo memberi tantangan: bebatuan keras dan cuaca tak menentu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved