Kasus Vina Cirebon
2 Sosok Baru Muncul dalam Kasus Vina Cirebon, Siapa Mereka?
Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar kembali memeriksa saksi kasus Vina Cirebon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Terungkap-pekerjaan-Pegi-Setiawan-alias-Perong-DPO-pelaku-pembunuhan-Vina-Cirebon.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar kembali memeriksa saksi kasus Vina Cirebon.
Dua sosok baru kali ini merupakan rekan kerja Pegi Setiawan alias Perong.
Pegi diketahui salah satu pelaku pembunuhan Vina dan Eky pada 2016 silam.
Lantas, siapa dua sosok itu?
Toni RM, kuasa hukum Pegi mengatakan, mereka adalah Iwan dan Yadi. Keduanya merupakan teman kerja Pegi sebagai buruh bangunan.
"Ada dua saksi lagi yang bersangkutan memang teman kerjanya Pegi Setiawan muncul namanya Yadi sama Iwan," ujar Toni, Jumat (31/5/2024).
Menurutnya, dua nama itu dimunculkan oleh Pegi untuk melengkapi keterangan tiga rekan kerjanya yang sudah diperiksa penyidik.
"Ada dua saksi lagi yang akan diperiksa yaitu teman kerjanya juga, artinya Pegi benar-benar ada di Bandung," ucapnya.
Sementara itu, terkait pemeriksaan tiga rekan kerja Pegi yakni Suharsono alias Bondol, Sandi Ibnu Zalil dan Suparman, Toni menyebut bahwa penyidik turut menyita telepon genggam Bondol dan Suparman.
"Penyidik meminjam Handphone, pak Suharsono dan Suparman, kalau Ibnu tidak punya handphone," ucapnya
Toni tidak mempermasalahkan penyitaan telepon genggam para saksi.
Diharapkan, dari telepon genggam para saksi ditemukan bukti baru untuk membebaskan kliennya.
"Silakan, mungkin tujuannya ada komunikasi dulu Pegi minta Suharsono untuk berkerja 2016, karena sebelum kejadian Pegi ada di Bandung, lebih bagus itu terungkap lewat operatornya, berarti memang Pegi ada di Bandung," ucapnya.
"Intinya kami mendukung semakin diungkap semakin kelihatan karena kami mengungkapkan yang sebenarnya," tambahnya.
Kesaksian Melmel
Sebelumnya, seorang pria yang biasa dipanggil Melmel mengaku tahu persis detik-detik Vina Dewi Arsita atau Vina Cirebon jadi korban penganiayaan beberapa orang.
Selain Vina Cirebon, Muhammad Rizky alias Eky yang tak lain pacar Vina juga jadi korban penganiayaan.
Vina Cirebon dan Eky ditemukan tewas di Jembatan Talun, Cirebon 27 Agustus 2016 silam.
Kecelakaan
Awalnya disebut kecelakaan, Kasus Vina Cirebon kemudian berubah jadi Kasus Pembunuhan Vina setelah seorang perempuan bernama Malinda Putri atau Linda disebut kerasukan arwah korban.
Kini, seorang pria bernama Melmel mengaku tahu detik-detik pembunuhan tersebut.
Bahkan, Melmel menceritakan dengan detail kejadian tersebut, termasuk adegan saat dia mengendap-endap membuntuti para pelaku.
Menurut Melmel, kejadian itu bermula pada 27 Agustus 2024 ketika Melmel dihubungi Eky, korban tewas.
Saat itu, Eky bercerita mengenai permasalahannya dengan seseorang bernama Egi.
Baca juga: Presiden Jokowi Akhirnya Turun Tangan, Perintahkan Kapolri Kaji Ulang Kasus Vina Cirebon
Ditelepon Eky
"Sore si Eky nelepon saya, 'Kang ada acara gak?'. 'Gak ada, kenapa dek?'. 'Nanti malam kita jalan, saya lagi ada masalah sama Egi'," kata Melmel dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Tv One.
Melmel menghubungi Eky untuk memastikan pertemuannya sekira pukul 20.00 WIB.
Eky mengaku akan menjemput Vina terlebih dahulu.
"Saya sambil becanda, 'kalau jemput Vina ya bawa temennya lah dek', si Linda maksudnya. akhirnya kami jemput Linda," kata Melmel.
Saat berkeliling Kota Cirebon menuju Taman Sumber, rombongan Eky, Melmel, Vina dan Linda bertemu tiga pelaku.
Menurut Melmel pun saat itu gelagat Vina sudah sangat aneh.
Vina Gelisah
"Kami jalan-jalan, mampir di warung beli minum, si Vina mau ikut saya, gelagat Vina kayak gelisah gitu. Lewat tiga motor teriakin Eky. cuma Eky ngomong itu temennya Egi," kata Melmel.
Singkat cerita sepeda motor Eky dan Vina, kemudian dilempari batu dan dihadang para pelaku.
Melmel berpisah dengan Eky setelah isi bensin. Kemudian dia melihat Eky dibawa pelaku masuk ke dalam Gang Bakti 1 di samping SMP 11 Cirebon.
"Saya ajak yang jaga warung tapi dia ndak berani, saya ngendap-ngendap ke dalam, di dalam sudah ramai," kata Melmel.
Eky Disiksa
Ketika mengintip Melmel mengaku melihat pelaku sudah menyiksa Eky.
"Sudah ada pemukulan, ada lebih dari 10 saya gak ngitung. yang pertama disiksa itu Eky. Saya mau samperin tapi takut juga," katanya.
Menurut Melmel, Eky disiksa hingga tak bergerak lagi.
"Setelah Eky dipukul sudah gak bergerak, lalu si Vina ini yang disiksa, ada sejaman kurang lebih," katanya.
Ketika Eky dan Vina sudah tak berdaya, menurut Melmel, sebagian pelaku keluar gang lebih dulu.
Vina Dibonceng
Baru disusul pelaku membonceng Eky dan Vina.
"Begitu selesai, mereka mau keluar saya lari. Pertama yang keluar berapa motor aja, Vina sama Eky belum dibawa, gak tau mereka ngecek apa gimana," katanya.
Kata Melmel, pelaku membonceng masing-masing korban.
"Dibonceng 3, Vina ditaruh di tengah sambil tutup mukanya pakai jaket, gak ada pergerakan sudah," katanya.
Melmel kemudian mengaku membuntuti iring-iringan pelaku yang membawa Eky dan Vina
"Jarak saya agak jauh," katanya.
Mau Dibuang ke Bawah Jembatan
Melmel melihat awalnya pelaku membawa dua korban ke bawah jembatan Talun.
"Entah kenapa dibawa naik ke atas, nah di atas itu terakhir dibuang Eky sama Vina," kata Melmel.
Ada Saka dan Ucok
Dengan kondisi Flyover Talun yang terang karena lampu penerang jalan, Melmel mengaku mengenali beberapa pelaku, di antaranya Saka Tatal dan Ucok.
"Saka Tatal ada, Ucok entah siapa panggilannya di geng motor saya gak tahu," katanya.
Usai menaruh jasad Eky dan Vina di flyover Talun, sebagian pelaku pergi.
"Tapi gak semuanya, kayaknya sudah dibagi tugasnya. Saya datangin, saya hampiri Eky saya pikir ada pergerakan," kata Melmel.
Tak Ada Warung
Feri Irianto, seorang warga yang tinggal di belakang SMPN 11 Cirebon, meragukan kesaksian Aep, saksi dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eki.
Feri menyampaikan, penjelasan Aep tidak dapat dipercaya karena berbagai alasan.
"Saya mungkin juga sama dengan orang-orang, bahwasanya kesaksian Aep meragukan. Karena penjelasannya dengan cara menggunakan masker, gestur tubuhnya, matanya yang terlihat berbohong. Di situ saya merasa kesal," ujar Feri saat diwawancarai, Jumat (31/5/2024).
Dia menegaskan, jika kesaksian Aep dapat dibuktikan, ia rela para terpidana dan Pegi dihukum.
Namun, ia meragukan pernyataan Aep tentang adanya warung di depan tempat kerja Aep yang menjadi lokasi pertemuan para pelaku.
"Tapi dengan penjelasan Aep yang ada warung di depan tempat kerjanya lalu melihat ada para pelaku, itu saya ragukan. Karena di depan tempat kerjanya yaitu tempat cucian mobil itu enggak ada warung, karena saya yang rumahnya di belakang SMPN 11 suka beli rokok dan tahu betul tidak ada warung di depan cucian mobil waktu itu," ucapnya.
Feri menambahkan, bahwa warung terdekat berada di depan MAN 2 Cirebon dan warung tersebut sudah ada sejak lama namun jaraknya cukup jauh dari tempat cucian mobil.
Selain itu, Feri juga meragukan klaim Aep yang mengaku bisa melihat para pelaku, termasuk Pegi, berada di lokasi kejadian.
"Itu yang membuat saya janggal," katanya.
Feri yang tinggal di belakang SMPN 11 Cirebon memang melihat para terpidana sering nongkrong di depan sekolah tersebut.
"Tapi cuma gitar-gitaran, karena enggak ada tempat nongkrong lagi," ujarnya.
Feri berharap agar semua informasi dalam kasus ini bisa terbuka secara transparan.
"Kalau para terpidana salah silakan hukum, tapi buktikan dulu indikator mereka bersalah. Tapi ketika sebaliknya, saya datang memberi kesaksian juga harap hukum bisa adil dan membebaskan mereka," ucap Feri.
Feri juga menegaskan, ia tidak ikut dalam penggerebekan di tempat kerja Aep. Tetapi ia mendengar informasi mengenai penggerebekan tersebut yang dilakukan sebelum penangkapan dan pembunuhan Vina dan Eki terjadi.
Penggerebekan itu dilakukan oleh enam warga yang telah dinyatakan oleh warga lainnya bernama Samsuri.
Seperti diketahui, satu di antara saksi kunci kasus pembunuhan Vina dan Eki, baru-baru ini menjadi sorotan lantaran kesaksiannya yang dianggap berbohong.
Saat ini, kasus Vina Cirebon sedang menjadi perbincangan meski terjadi pada 2016.
Vina adalah gadis 16 tahun asal Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Dia tewas bersama kekasihnya Eky di Jembatan Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (27/8/2016).
Keduanya menjadi korban penganiayaan geng motor.
Satu di antara saksi mata yakni bernama Aep, mengaku berada di lokasi kejadian delapan tahun silam dan melihat insiden pembunuhan tersebut.
Namun, kesaksian Aep tersebut justru diragukan lantaran warga di sekitar TKP membantahnya.
Aep mengaku melihat saat para pelaku melempari batu dan mengejar Eki dan Vina. (*)
(TribunGorontalo.com/TribunJabar.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 2 Nama Baru Muncul di Kasus Vina Cirebon, Hape Bondol dan Suparman Disita Polisi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.