Sabtu, 28 Maret 2026

Tribun Podcast

Aktivis Perempuan Sebut Satgas Kekerasan Perempuan di Kampus Gorontalo Potensi Bungkam Korban

Aktivis Perempuan Safira Rumampuk Sebut Satgas Kekerasan Perempuan di Kampus Gorontalo Dinilai Potensi Bungkam Mulut Korban

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Aktivis Perempuan Sebut Satgas Kekerasan Perempuan di Kampus Gorontalo Potensi Bungkam Korban
SCREENSHOT YOUTUBE TRIBUNGORONTALO
Aktivis Perempuan Gorontalo, Safira Rumampuk 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di kampus Gorontalo berpotensi membungkam mulut korban.

Hal itu terungkap setelah Aktivis Perempuan, Safira Rumampuk menceritakan salah satu kasus kekerasan perempuan di Tribun Podcast, Rabu (29/5/2024)

Safira mengatakan kasus kekerasan perempuan di kampus Gorontalo banyak terjadi, namun tidak terungkap ke publik.

Alasan tidak terungkap adalah satgas PPKS yang dibentuk oleh kampus itu sendiri. Menurut Safira, satgas bukan menjadi tempat pelaporan kekerasan perempuan.

Melainkan satgas dinilai menjadi objek mediasi antara pelaku dan korban. Hal ini kata Safira berkaca pada kasus sebelumnya yang ia lihat.

"Ada di salah satu kampus di Gorontalo terjadi kekerasan, kemudian korban ini melapor ke satgas, kemudian satgas berupaya melakukan mediasi," ungkapnya

"Tidak usah saja, kita damai saja, nanti setelah ini, pelaku akan di ini dan sebagainya," ucap Safira menirukan satgas ketika melayani korban kekerasan

Sikap Satgas PPKS yang melakukan mediasi, pelaku kekerasan perempuan masih berkeliaran bebas dikampus.

Safira menyayangkan sikap oknum Satgas PPKS Kampus di Gorontalo yang malah melakukan mediasi terhadap korban dan pelaku.

Seharusnya Satgas PPKS menakukan upaya hukum terhadap pelaku dan melindungi korban.

"Kami khawatir satgas ini justru menjadi objek mediasi antara pelaku dan korban," ucap Safira

Safira menilai satgas sangat berpotensi dan dinilai membungkam korban kekerasan perempuan.

Kadis PPA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman mengatakan pihaknya memang sudah mengundang satgas PPKS dari masing-masing kampus dan juga aktivis.

Yana mengakui Satgas PPKS yang berusaha melakukan mediasi antara pelaku dan korban terungkap dalam pertemuan tersebut.

"Kami sebagai penengah, karena pemerintah bahwa kami mendorong Satgas PPKS agar bekerja sesuai tujuan yang sebenarnya," ungkapnya 

Yana juga mengatakan potensi Satgas PPKS melakukan upaya mediasi kerap terjadi. Olehnya ia mencegah agar kejadian itu tidak terulang kembali. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved