Pertiwa Terkini
Dua Mahasiswa Universitas Ciputra DO Usai Teror Penembakan Airsoft Gun di Surabaya
NBL dan JL, identitas kedua pelaku, telah diberhentikan secara tidak hormat (DO) dari Universitas Ciputra per tanggal 28 Mei 2024.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dua-orang-tersangka-teror-penembakan-airsoft-gun-yang-berusia-dewasa.jpg)
Upaya licik ini dilakukan sebelum mereka melancarkan aksi teror di jalanan tol dan Perkampungan Wiyung.
Menurut Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Sunaryanto, alasan mereka mengubah pelat nopol mungkin agar tidak terlacak.
Upaya ini dilakukan sebelum kasus viral dan mereka mulai diburu polisi.
"Mereka sempat kabur ke Surabaya, tapi kami berhasil menangkap mereka dengan cepat," kata Totok.
Penangkapan ini dilakukan dua hari setelah kasus penembakan viral di media sosial.
Baca juga: 8 Rahasia Manfaat Kunyit Bagi Kecantikan: Khasiat Bikin Kulit Glowing hingga Atasi Jerawat
Para pelaku memilih korban secara acak, mencari yang tampak lemah atau tidak berbahaya.
"Memilih random korbannya. Yang ada itu, ya akhirnya dihantam mereka. Ada sopir truk, tukang sampah, bukan dipilih. Tapi yang ada langsung eksekusi," jelas Totok.
Motif iseng menjadi pengakuan JLK, salah satu pelaku.
"Isengin bodi truk, saya gak sadar kena korban. Saya intinya menyesal. Iya random," ujarnya saat diinterogasi.
Teror penembakan airsoft gun ini diawali dengan viralnya utasan di Twitter oleh akun @prima_pkk.(*)