Bapppeda Provinsi Gorontalo
Bapppeda Provinsi Gorontalo Sebut RKPD 2025 Masuk Tahap Penyelesaian, Mulai Ditinjau Inspektorat
Kepala Bidang Perencanaan Evaluasi Bapppeda Provinsi Gorontalo, Diki Sidiki mengatakan bahwa tahap penyelesaian itu telah diberikan pihak Inspektorat.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kantor-Bapppeda-Provinsi-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo mengungkapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun 2025 telah memasuki tahap penyelesaian.
Kepala Bidang Perencanaan Evaluasi Bapppeda Provinsi Gorontalo, Diki Sidiki mengatakan bahwa tahap penyelesaian itu telah diberikan pihak Inspektorat.
Hal tersebut dilakukan untuk peninjauan dan memastikan semua aspek perencanaan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pembangunan daerah.
"Saat ini RKPD sudah sampai tahapan review di inspektorat," ujar Diki singkat melalui pesan Whatsapp, Selasa (28/5/2024).
Kemudian, ia menjelaskan usai ditinjau oleh pihak inspektorat, RKPD yang telah ditahapan perampungan itu akan disampaikan ke Kemendagri.
Setelah itu, pihak Kemendagri, akan mengevaluasi kembali RKPD 2025 tersebut.
"Setelah evaluasi dari Kemendagri, maka RKPD kami sudah bisa ditakan rampung," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, menegaskan penyusunan RKPD 2025 menjadi momentum penting untuk penyusunannya.
Hal itu disampaikan Budiyanto saat melaporkan laporan pertanggung jawaban penyelenggaraan Musrenbangda di tingkat provinsi yang berlangsung di Hotel Aston Gorontalo, Selasa (23/4/2024) lalu.
"RKPD 2025 ini akan menjadi momentum penting yang akan kita songsong bersama untuk penyusunannya," ungkap Budiyanto dalam sambutannya.
Alasannya adalah bahwa RKPD 2025 dapat menjadi momentum penting, karena merupakan tahun pertama untuk penyusunan RPJPD dan RPJMD periode 2025-2029.
Budiyanto mengakui, bahwa RKPD yang sementara dibahas di dalam Musrenbangda tingkat provinsi itu telah melalui beberapa tahapan penyusunannya.
Tahapan tersebut meliputi forum konsultasi publik, tematik kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial, dan program skala kemitraan Indonesia dengan Australia.
"Untuk program kemitraan itu, saat ini Gorontalo menjadi lotus prioritasnya di antara provinsi lainnya selama 8 tahun ke depan," jelasnya.
Menurut Budiyanto, RKPD yang dibahas di dalam Musrenbangda itu berguna bagi kemajuan Gorontalo, mengingat tahun ini menjadi tahun pertama untuk penyusunannya.
Budiyanto menyatakan, bahwa tahun pertama penyusunan RKPD adalah momen krusial yang memungkinkan untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang akan diambil dalam periode mendatang.
"Penyusunan RKPD tahun 2025 menjadi titik awal yang menentukan arah pembangunan Gorontalo untuk beberapa tahun ke depan," ujarnya.
Sidiki juga menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai stakeholder dalam proses penyusunan RKPD, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.
"Keterlibatan aktif dan kolaboratif dari seluruh pihak akan memastikan bahwa RKPD yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat," sambungnya.
Lebih lanjut, Sidiki menekankan bahwa RKPD 2025 harus mampu mengakomodasi perubahan-perubahan dinamis yang terjadi di tingkat lokal, nasional, dan global, serta menjadi instrumen yang responsif terhadap tantangan dan peluang yang ada.
Dalam mengakhiri sambutannya, Sidiki mengajak semua pihak untuk bersama-sama berkomitmen dalam menjalankan proses penyusunan RKPD dengan integritas, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi.
"Dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, saya yakin RKPD 2025 akan menjadi panduan yang kuat bagi pembangunan Gorontalo yang berkelanjutan dan inklusif," pungkasnya. (Adv)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.