Banjir Kabupaten Gorontalo
50 Personel BPBD dan Damkar Turun ke Lapangan, Evakuasi Warga dan Bantu Bersihkan Rumah
Luapan banjir mengakibatkan belasan rumah warga terendam banjir. Tak tinggal diam, 50 personel gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Personil-BPBD-Damkar-tengah-_Banjir-kabgor.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Hujan deras selama tiga jam memicu luapan Sungai Bionga dan Bulota di Kabupaten Gorontalo, Senin (27/5/2024).
Luapan banjir mengakibatkan belasan rumah warga terendam banjir. Tak tinggal diam, 50 personel gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar turun ke lapangan untuk menangani situasi darurat ini.
"Total BPBD dan Damkar itu ada 50 personil," jelas Farid Taha, Kepala UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo, kepada TribunGorontalo.com di temui di lokasi banjir.
Petugas dikerahkan di berbagai titik rawan banjir, dengan fokus utama di Kelurahan Hepuhulawa yang terkena dampak luapan Sungai Bulota.
Baca juga: Telan Korban, Dekan Syariah IAIN Gorontalo Ungkap Kegiatan Pengaderan HMJ HKI Tak Resmi
Petugas laki-laki bertugas di lapangan, sedangkan perempuan bersiaga di kantor untuk mengurus administrasi.
"Kita turun full di lapangan," tegas Farid.
Selain membantu evakuasi warga, tim juga mendistribusikan makanan dan membersihkan rumah-rumah yang terendam lumpur dan material banjir.
"Sungai Bionga dari tadi malam meluap, kita sudah turun ke sana dan membagikan makanan," ungkap Farid.
Di Kelurahan Hepuhulawa, luapan Sungai Bulota nyaris menyentuh atap rumah warga.
Banjir terjadi selama sekitar satu jam, dan beberapa wilayah lain di kelurahan tersebut juga terkena dampaknya.
Lurah Hepuhulawa, Arifin Kiay Demak, menjelaskan bahwa luapan sungai terjadi karena beberapa bibir sungai tidak dipasangi tanggul.
Baca juga: Sosok Iptu Ridwan Muhammad Faisal, Melesat Jadi Kasatlantas Boalemo Gorontalo di Usia 31 Tahun
Selain itu, material yang terbawa arus menumpuk di bawah jembatan, sehingga air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga.
"Bagian selatan juga kena, di mana itu merupakan Koramil," tutur Arifin.
Saat ini, aparat TNI dan BPBD juga membantu membersihkan kayu-kayu di bawah jembatan untuk memperlancar aliran air. Arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan akibat banjir ini.
Menyikapi situasi ini, Arifin mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk selalu waspada terhadap potensi banjir susulan.
"Kami himbau untuk waspada dengan adanya potensi banjir susulan," tutupnya. (*)