Senin, 16 Maret 2026

Berita Viral

Tersinggung Dibilang 'Kere' karena Tak Bayar Utang, Nasabah Habisi Nyawa Rentenir

Masriah dibunuh pelaku gara-gara menyebut pelaku orang tak punya uang atau 'kere'.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Tersinggung Dibilang 'Kere' karena Tak Bayar Utang, Nasabah Habisi Nyawa Rentenir
Kolase Gettyimages
Ilustrasi – Seorang nasabah menganiaya rentenir hingga tewas 

TRIBUNGORONTALO.COM – Masriah (54) seorang rentenir tewas di tangan nasabahnya.

Masriah dibunuh pelaku gara-gara menyebut pelaku orang tak punya uang atau 'kere'.

Semuanya bermula ketika Masriah menagih utang kepada nasabah.

Namun karena pelaku tak mau membayar, Masriah kemudian mengeluarkan kata-kata tak senonoh.

Wanita paruh baya itu pun langsung dianiaya secara brutal oleh pelaku.

Jasad korban ditemukan oleh tetangganya di ruang tamu rumahnya, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Provinsi Jawa Timur, Senin (20/5/2024.

Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan mengatakan, jasad korban yang tergeletak penuh luka ditemukan dua kerabatnya yang hendak mengantarkan nasi hajatan.

Saat itu kondisi rumah korban sepi, suami dan anaknya sedang bepergian.

"Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) tim Inafis Polres Grobogan, perhiasan, handphone dan uang Rp 9 juta milik korban raib," kata Dedy saat jumpa pers di Mapolres Grobogan, Jumat (24/5/2024).

Kasus kematian Masriah yang tidak wajar ini dilaporkan ke Mapolsek Tegowanu.

Kemudian jenazah korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang untuk diautopsi.

Dari hasil pemeriksaan medis ditemukan luka di tubuh korban akibat penganiayaan.

Di antaranya, pendarahan otak akibat benturan keras kepala bagian belakang.

Lalu tusukan pisau di perut selebar 2,5 sentimeter dan sedalam 4 sentimeter.

"Korban pembunuhan. Jenazah korban kemudian diserahkan keluarga untuk dimakamkan," ungkap Dedy.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved