Viral Lokal
5 Fakta Penemuan Mayat di Rumah Tua Kota Gorontalo, Sandal dan Jaket Jadi Kunci
Fakta-fakta penemuan mayat di rumah tua tanpa penghuni di Kota Gorontalo.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penemuan-jasad-pria-berusia-25-tahun-di-sebuah-rumah-tua.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Inilah sejumlah fakta penemuan mayat di rumah tua di Kota Gorontalo.
Jasad teridentifikasi bernama Rizki Purnama Ali alias RPA (25) itu ditemukan oleh warga.
Korban tinggal di Jl HB Jassin, Kelurahan Tomulabutao Selatan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.
TKP hanya berjarak 50 meter dari kediaman Rizki.
Mayat Rizki ditemukan sekira pukul 16.30 Wita, Jumat (24/5/2024) sore.
Berikut 5 fakta penemuan mayat di rumah tua Kota Gorontalo.
Penemuan Sendal Milik RPA
Sendal milik RPA ini yang pertama kali ditemukan oleh Syawal.
Syawal hendak memancing ikan di sumur rumah tua tersebut. Sendal itu terletak di samping sumur.
"Jadi saya pertama kali temukan adalah sendal RPA, dan saya melaporkannya ke pacar saya yaitu adik Rizki," kata Syawal.
Identitas Terungkap Lewat Jaket
Adik Rizki lantas menyuruh Syawal kembali ke rumah tua untuk mencari pemilik sendal tersebut.
Setibanya di lokasi, Syawal mengamati sekitar sumur di rumah tua.
Ia kemudian menemukan tengkorak manusia. Mayat yang telah mengering itu bergelantung di ranting pohon. Posisi kepala mengarah ke bawah.
"Saat saya kembali ke rumah itu, saya menemukan tengkorak mengenakan jaket yang biasa dipakai oleh Rizki," jelas Syawal.
Sepengetahuan Keluarga, Rizki Lagi Keluar Kota
Menurut penjelasan kakak Rizki, yaitu Yanto Ali, bahwa sepengetahuan keluarganya, Rizki keluar kota menuju Kota Luwuk, Provinsi Sulawesi Tengah.
Hal ini didapatkan dari isi pesan dari Rizki ke pacarnya pada 14 April 2024 lalu.
Namun pihak keluarga tak langsung percaya begitu saja.
Mereka sempat menanyakan ke kerabat, apakah RPA benar-benar keluar kota.
Kerabatnya pun mengatakan RPA tak pergi keluar kota karena sempat nongkrong bersama kerabatnya itu.
"Temannya bilang kalau RPA tidak keluar kota, sempat nongkrong bersama temannya itu, dan sempat bertanya ke temannya kalau dia mau balik ke rumahnya usai nongkrong," cerita Yanto.
Keluarga Tak Ingin Korban Diautopsi
Usai ditemukannya jasad Rizki di rumah tua itu, aparat kepolisian langsung membawanya ke RSUD Aloei Saboe untuk dilakukan autopsi.
Namun pihak keluarga menolaknya dan ingin mengubur jasad Rizki keesokan harinya, Sabtu (25/5/2024).
Jasad Rizki atau RPA masih berada di rumah sakit untuk dilakukan pembersih kediamannya untuk disemayamkan dan dikebumikan.
"Jasadnya masih kami taruh dulu di rumah sakit, besok mungkin kami bawa ke rumah untuk dikebumikan," jelas Yanto, Jumat (25/5/2024).
Baca juga: BREAKING NEWS: Penemuan Mayat di Jl Agusalim Kota Gorontalo, Identitas Masih Misteri
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan keluarga korban, Syawal Ali, bahwa awal ditemukannya mayat tersebut dari jejak sendalnya.
Syawal sebagai penemu pertama mayat tersebut mengatakan, ia pada awalnya ingin memancing ikan di sumur tua di dalam rumah terbengkalai itu, Jumat (24/5/2024) siang hari.
Saat ingin memancing, Syawal kemudian menemukan sendal yang dipakai mayat tersebut saat keluar rumah pada beberapa bulan lalu.
"Jadi pertama saya mau mancing di dalam rumah tua itu, saat di dalam, saya menemukan sendal yang dipakai oleh kakak saya yang dipakainya saat keluar rumah pada beberapa bulan lalu," ungkap Syawal saat ditemui di deoan ruang jenasah RS Aloei Saboe.
Setelah itu, Syawal pun melaporkan ke keluarga korban lainnya terkait keberadaan sendal tersebut.
Pihak keluarga pun menyuruh Syawal untuk mengecek kembali. Sebab, keluarga mengetahui mayat yang ditemukan itu berada di luar kota yaitu di Luwuk, Sulawesi Tengah.
Syawal pun mengecek kembali ke rumah tua itu untuk memastikan bahwa sendal tanpa pemilik itu adalah kakaknya.
"Pertamanya saya belum temukan mayat itu, hanya sendalnya saja, dan saya pun balik ke rumah untuk tidur," tuturnya.
Sekira pukul 16.30 Wita, Syawal mengecek kembali rumah tua tersebut. Akhirnya, ia menemukan sebuah mayat tergantung di dahan pohon di dalam ruangan kecil di ruangan rumah tua tersebut.
Kata Syawal, saat mayat tersebut ditemukan, jenazahnya tinggal setengah badan, posisinya terbalik kepala menghadap ke bawah.
"Setelah saya melihat mayat itu, posisinya tinggal setengah badan, dan saya balik ke rumah untuk melaporkan ke keluarga," jelasnya.
Syawal mengakui bahwa pihak keluarga belum bisa memastikan mayat yang ditemukan itu adalah keluarga mereka.
Sehingga, penemuan mayat ini dilaporkan ke Polsek setempat untuk dilakukan penelusuran mendalam.
"Saya langsung melaporkan ke Polsek Dungingi atas penemuan mayat ini sekira pukul 17.30 Wita," pungkasnya. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.