Human Interest Story
Cerita Wiron Abdullah Biayai Sekolah Anak hingga Sarjana Berkat Jualan Cendol
Wiron Abdullah (50), penjual es keliling membagikan kisahnya membiayai sekolah anaknya hingga sarjana.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wiron-Abdullah.jpg)
"Di sini kan banyak anak sekolah sama anak kuliah yang beli," ujarnya.
Saat ini tak terasa sudah 30 tahun Wiron berjualan es cendol.
Dari penghasilan tersebut, Wiron mampu mewujudkan impian anaknya menjadi sarjana.
Baca juga: Cerita Satria Maulana Rintis Warung Seblak hingga Raup Omzet Rp50 Juta Sehari, Modal Awalnya Segini
Kisah Lain: Ifin Asiku, 24 Tahun Jualan Nasi Kuning Gorontalo
Ifin A Asiku (54) menceritakan pengalamannya berjualan nasi kuning selama 24 tahun.
Saat suaminya berhenti bekerja dari toko pakaian di Gorontalo, Ifin memutuskan membuka usaha jualan nasi kuning.
"Dulu di sini masih pohon-pohon kelapa, masih sedikit rumah disini," ucap Ifin kepada TribunGorontalo.com, Selasa (23/4/2024).
Saat itu lapak jualan makanan belum begitu menjamur seperti saat ini.
Peluang itulah yang membuat Ifin memutuskan membuka warung makan sederhana, dengan menu utamanya adalah nasi kuning.
Lapak Ifin berasa tak jauh dari traffic light (lampu merah) Andalas, komplek Kantor Cabang BRI, Jalan Selayar, Kecamatan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Lokasinya yang cukup strategis, membuat banyak masyarakat yang singgah sarapan di lapaknya.
Kebanyakan pelanggannya adalah pegawai kantoran hingga aparat kepolisian.
Ia menghabiskan sedikitnya hanya 2-4 liter beras membuat nasi kuning setiap harinya.
"Bahkan baru-baru saya masak 10 liter tetap habis," timpal Ifin.
Ifin mulai jualan pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita sampai nasi kuning habis, biasanya ungkap Ifin, dagangannya sering habis siang hari.