Kosmetik Gorontalo
Demi Perawatan Kulit, Remaja Gorontalo Ini Habiskan Rp 1 Juta per Bulan untuk Skincare
Siswi SMK Negeri 4 Gorontalo ini tak ragu membagikan tips dan triknya dalam memilih dan menggunakan skincare untuk pemula.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-05-20_Anggini-Gadishya-Ismail.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Siapa sangka, di balik prestasinya sebagai atlet karate, Anggini Gadishya Ismail juga memiliki passion di bidang kecantikan.
Siswi SMK Negeri 4 Gorontalo ini tak ragu membagikan tips dan triknya dalam memilih dan menggunakan skincare untuk pemula.
Anggini, yang mengaku menghabiskan hingga Rp1 juta per bulan untuk skincare, meyakini bahwa cantik itu dirawat.
Ia pun rajin menggunakan skincare setiap malam, dengan rangkaian lengkap mulai dari toner, serum, moisturizer, sunscreen, retinol, hingga sabun cuci muka.
Bagi Anggi, skincare bukan hanya soal penampilan, tapi juga investasi untuk kesehatan kulit.
Baca juga: BPOM Gorontalo Tangani 223 Kasus Kosmetik Skincare, Kabalai Minta Masyarakat Aktif Melaporkan
Ia pun mengajak para perempuan Indonesia untuk sama-sama merawat diri dan tampil glowing.
Sebagai pemula dalam dunia skincare, Anggi menyarankan untuk memulai dengan dua produk dasar: sabun cuci muka dan sunscreen.
Hal ini untuk memastikan kecocokan produk sebelum beralih ke rangkaian lainnya.
"Setiap wajah orang kan berbeda, ada yang sensitif. Jadi, supaya tidak rugi, coba dulu beli dua itu," ujarnya.
Ia pun mengingatkan untuk berhati-hati dalam memilih brand dan produk skincare.
Baca juga: Waspada Kosmetik Palsu! BPOM Gorontalo Bagikan Tips Jitu untuk Melindungi Diri
Pastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM dan memiliki review yang baik.
"Jangan sembarang membeli," tegas Anggi.
Menurutnya, kesalahan dalam memilih skincare bisa berakibat fatal bagi kesehatan kulit.
Bagi yang ingin mencari skincare murah, Anggi menyarankan untuk memilih produk yang sudah teruji BPOM dan memiliki harga yang wajar.
"Takutnya ada yang tidak ORI," tandasnya. (*)