Minggu, 8 Maret 2026

Berita Internasional

Hilang Sejak 1998, Pria Ini Ternyata Disekap Tetangga di Ruang Bawah Tanah, Kondisinya Memilukan

Omar ditemukan di ruang bawah tanah milik tetangga dekat rumahnya di Djelfa, Aljazair.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Hilang Sejak 1998, Pria Ini Ternyata Disekap Tetangga di Ruang Bawah Tanah, Kondisinya Memilukan
(MEDIA LOKAL via BBC NEWS INDONESIA)
Keadaan Omar setelah diselamatkan (kiri), dan sebelum dia menghilang (kanan) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Omar bin Omran, akhirnya ditemukan setelah menghilang selama 26 tahun.

Omar ditemukan di ruang bawah tanah milik tetangga dekat rumahnya di Djelfa, Aljazair.

Selama ini Omar disangka telah tewas selama perang saudara Aljazair pada tahun 1998.

Kala itu, Omar baru berusia 19 tahun. Ia disekap oleh tetangganya.

Padahal rumah orang tua Omar dan orang yang menculiknya itu hanya berjarak 200 meter saja.

Namun setiap kali melihat orang tuanya, Omar kesulitan bersuara.

Saat ditemukan, kondisi Omar begitu memilukan. Ia nyaris tak bersuara dan hanya menatap kosong.

Omar kini telah berusia 45 tahun. 

Penculik Ditangkap

Otoritas lokal mengonfirmasi bahwa mereka telah menangkap seorang pria berusia 61 tahun yang diduga menculik Omar.

Omar diketahui hilang pada 1998 ketika terjadi konflik berkepanjangan antara pemerintah Aljazair dan kelompok Islam yang berlangsung selama satu dekade.

Pihak keluarga khawatir Omar termasuk di antara sekitar 200.000 orang yang terbunuh, atau sebanyak 20.000 orang yang diculik, selama konflik tersebut.

Namun puluhan tahun kemudian, Omar ditemukan di ruang bawah tanah dalam sebuah kandang domba pada 12 Mei, menurut sebuah laporan.

Omar ditemukan tengah sembunyi di bawah tumpukan jerami dalam ruang itu.

Kasus ini terungkap ketika petugas kejaksaan menerima pengaduan dari seseorang yang tidak disebutkan namanya.

Pelapor itu mengeklaim bahwa Omar berada di rumah salah satu tetangganya, tepatnya di dalam kandang domba, kata seorang pejabat pengadilan.

Seorang aparat penegak hukum mengatakan, menindaklanjuti laporan ini, jaksa penuntut umum memerintahkan gendarmerie (penegak hukum) nasional untuk membuka penyelidikan mendalam dan petugas pergi ke rumah tersebut.

“Pada tanggal 12 Mei pukul delapan malam waktu setempat, (mereka) menemukan korban Omar bin Omran, berusia 45 tahun, di ruang bawah tanah tetangganya, BA, berusia 61 tahun,” katanya.

Tersangka dilaporkan berusaha melarikan diri dari tempat kejadian, namun ditahan dan ditangkap.

Penculikan itu diduga terjadi karena perselisihan terkait warisan, menurut saudara korban di media sosial.

Otoritas mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan Omar kini disebut tengah menjalani perawatan medis dan psikologis.

Seorang juru bicara menggambarkan kejahatan itu sebagai tindakan yang "keji" dan akan mengadili pelaku dengan hukuman yang 'berat'.

Omar mengatakan kepada tim penyelamatnya, bahwa dia beberapa kali melihat keluarganya dari 'penjaranya', namun dia mengaku tidak dapat meminta bantuan “karena mantra yang diberikan oleh penculiknya”, media lokal melaporkan.

Menurut berita lokal, ibu Omar meninggal pada tahun 2013, tanpa pernah mengetahui kebenaran yang menimpa putranya.

Peristiwa ini disebut merupakan salah satu kasus dugaan penculikan terlama di dunia.

Baca juga: Pria Ini Sewa Buldoser dan Hancurkan Rumah Orang Tua Gara-gara Adik Tiri Kebagian Harta Warisan

Viral Lainnya: ART Culik Anak Majikan di Bandung

Dua anak laki-laki yang dibawa kabur pengasuhnya dari kontrakan di Jakarta Utara akhirnya ditemukan di Bekasi pada, Minggu (28/4/2024).
Dua anak laki-laki yang dibawa kabur pengasuhnya dari kontrakan di Jakarta Utara akhirnya ditemukan di Bekasi pada, Minggu (28/4/2024). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Seorang asisten rumah tangga (ART) di Jakarta Utara bernama Nuraini membawa kabur dua anak laki-laki majikannya pada Sabtu (27/4/2024) pagi.

Kasus ini kemudian viral di media sosial dan Nuraini diamankan keluarganya sendiri di Bekasi, Jawa Barat.

Nuraini dipukuli keluarganya yang kesal karena terlibat penculikan anak.

Alasan Nuranini membawa kabur dua bocah tersebut lantaran tak diberi uang oleh ibunda korban, Mahmudah (40).

Menurut Mahmudah, hal itu diakui Nuraini saat yang bersangkutan diamankan oleh keluarganya di Bekasi, seiring dengan ditemukannya dua bocah laki-laki itu.

"Katanya karena saya nggak kasih uang. Jadi dia kan ditanya alasannya apa bawa anak orang, terus dia bilang gua kesel sama mamanya nggak dikasih duit," kata Mahmudah di kontrakannya, Jalan Kramat Jaya, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (29/4/2024).

Mahmudah pun membantah hal tersebut.

Selama seminggu Nuraini bekerja di kontrakannya, Mahmudah memastikan selalu memberikan uang kepada yang bersangkutan.

Namun, ternyata ada hal janggal dari perilaku Nuraini yang diduga mengalami depresi.

Di malam sebelum dua anaknya hilang, Mahmudah melihat gelagat aneh dari sang pengasuh yang meminta uang untuk membeli rokok dan terlihat mondar mandir di luar rumah.

"Saya kasih uang Pak. Dia itu cuma mondar-mandir, nggak masuk ke rumah pas malam sebelum kejadian, padahal saya sudah nyiapin uang buat dia," ucapnya.

"Malam sebelum kejadian, dia juga minta uang buat beli rokok, emang masih ada warung buka jam 2, saya kasih uang, dia sudah gelisah mondar mandir keluar rumah," kata Mahmudah.

Terkini, dua anak laki-laki yang dibawa kabur Nuraini dari kontrakan di Jakarta Utara akhirnya ditemukan di Bekasi pada Minggu (28/4/2024) malam.

Dua bocah itu ditemukan setelah kasusnya ini disebar di media sosial dan disampaikan ke keluarga pelaku.

Ditemuinnya, ada tetangganya si kakaknya yang ngasuh ini ngelihat dia, posisinya di sektiaran rel, sama dia dipantau terus sampai sodaranya dateng, dibawa lah sama dia," kata Mahmudah.

"Sudah diamanin sama adik saya yang di Bekasi. Posisinya di situ, di Jalan Pahlawan, di daerah Bulak Kapal," sambung dia.

Menurut pengakuan kedua buah hatinya, SYP (6) dan EMP (3), mereka dibawa berkeliling menggunakan angkutan umum oleh pelaku.

Dua bocah yang masih di bawah umur ini hanya bisa berdiam diri tak mampu bertindak apapun dan menuruti ajakan Nuraini.

Sampai akhirnya, Nuraini yang sedang membawa SYP dan EMP diberhentikan di daerah Bulak Kapal dan di sana dirinya diamankan keluarganya.

Diketahui, dua bocah tersebut dibawa kabur sejak Sabtu (27/4/2024) pagi dan tak kunjung pulang hingga Minggu (28/4/2024) malam.

Peristiwa dugaan penculikan ini terjadi Sabtu pagi ketika Mahmudah baru bangun tidur.

Saat itu, Mahmudah mendapati kedua buah hatinya sudah tak ada di rumah.

Mahmudah pun masih menganggap anak-anaknya itu hanya pergi main.

Namun, setelah ditunggu hingga malam hari, Mahmudah makin panik dan mulai melakukan pencarian terhadap kedua putranya itu.


Artikel ini dioptimasi dari TribunJateng.com dan TribunJakarta.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved