Jumat, 6 Maret 2026

Berita Nasional

Karena Masalah Pohon Gmelina, Kakek 74 Tahun Bacok Keponakan sampai Kritis

Kakek 74 tahun bernama Nurhasan membacok keponakannya sendiri, HRJ. Dalam melancarkan aksinya itu, Nurhasan dibantu oleh putranya, Nurhuda (19).

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Karena Masalah Pohon Gmelina, Kakek 74 Tahun Bacok Keponakan sampai Kritis
Freepik
Ilustrasi - Kakek 74 tahun diringkus polisi setelah menganiaya keponakannya sendiri 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kakek 74 tahun bernama Nurhasan membacok keponakannya sendiri, HRJ.

Dalam melancarkan aksinya itu, Nurhasan dibantu oleh putranya, Nurhuda (19).

Akibat penganiayaan tersebut, kondisi HRJ kini kritis di RSUD Tongas Probolinggo.

Bagaimana kejadiannya?

Diketahui peristiwa ini terjadi di Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (15/5/2024) sekira pukul 19.30 WIB.

Nurhasan menganiaya korban diduga lantaran keponakannya itu mencuri 10 pohon gmelina (jati).

HRJ mengalami sejumlah luka bacokan senjata tajam jenis celurit yang dibawa Nurhasan.

Korban juga dihantam menggunakan kayu oleh Nurhuda.

Sedangkan Nurhasan mengalami sedikit luka di bagian pipinya.

Nurhasan (74) dan Nurhuda (19) ayah dan anak di Probolinggo tega membacok dan menganiaya HRJ (37) yang tak lain merupakan keponakan Nurhasan. Keduanya diperiksa penyidik Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Rabu (15/5/2024).
Nurhasan (74) dan Nurhuda (19) ayah dan anak di Probolinggo tega membacok dan menganiaya HRJ (37) yang tak lain merupakan keponakan Nurhasan. Keduanya diperiksa penyidik Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Rabu (15/5/2024). (Istimewa/TribunJatim.com)

Awalnya, ketiganya terlibat cekcok di warung kopi milik Agus, sampai akhirnya kondisi memanas dan membuat HRJ yang tidak membawa senjata, tidak bisa menahan emosi, lalu menendang Nurhasan.

Kepala Desa Wringinanom, Saiful Rizal Habibi mengatakan, pemicu pembacokan tersebut lantaran korban menjual kayu yang diduga milik pelaku.

Korban sempat diminta lari, karena sebelumnya memang dicari oleh Nurhasan.

"Kurang lebihnya setahu saya pemicunya karena ada kesalahpahaman. Tadi setelah saya dapat laporan dari warga, pas sampai ke lokasi, korban sudah mengalami luka dan kritis, karena luka bacok dan dihantam pakai kayu," kata Saiful.

Sementara Nurhasan mengaku, sama sekali tidak ada niatan membacok keponakan yang pernah dirawatnya dan bahkan dikhitannya itu.

Namun ia geram karena saat hendak ke tegal, ia melihat pohonnya sudah ditebang.

"Jadinya saya geram, dan langsung mencari dia (korban). Karena kejadian seperti ini (nebang pohon) sudah sering dilakukan, bahkan dulu pernah mencuri pohon jati 4 pickup, selain itu, sertifikat tanah juga digadaikan dan dikembalikan fotocopiannya," jelas Nurhasan

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved