Kamis, 5 Maret 2026

Wisata Gorontalo

Terbengkalai! Begini Wajah Ekowisata Mangrove Pantai Pohon Cinta Senilai Rp 200 Juta

Berdasarkan pantauan tribungorontalo.com, kayu-kayu yang menjadi jalur tracking mangrove terlihat berserakan di mana-mana.

Tayang:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Terbengkalai! Begini Wajah Ekowisata Mangrove Pantai Pohon Cinta Senilai Rp 200 Juta
FOTO: Wawan Akuba
Ekowisata Mangrove Marisa, Kabupaten Pohuwato di awal pembangunnya. FOTO: Wawan Akuba 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato -- Wisata Ekowisata Mangrove Pantai Pohon Cinta yang terletak di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo mengalami kerusakan parah, Sabtu (11/5/2024). 

Berdasarkan pantauan tribungorontalo.com, kayu-kayu yang menjadi jalur Ekowisata Mangrove terlihat berserakan di mana-mana.

Beberapa di antaranya bahkan sudah tidak memiliki penyangga dan pegangan yang memadai, sehingga membahayakan bagi pengunjung yang ingin melintas.

Selain itu, terdapat banyak lubang dengan ukuran besar di sepanjang jalur tracking.

Lubang-lubang ini tidak ditutupi dengan baik dan dapat menyebabkan pengunjung tersandung atau jatuh.

Kondisi jembatan di Ekowisata Mangrove, Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (11/5/2024).
Kondisi jembatan di Ekowisata Mangrove, Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (11/5/2024).

Cat yang dulunya menjadi penanda jalur juga sudah pudar dan tidak terurus lagi, sehingga semakin membingungkan para pengunjung.

Kondisi memprihatinkan ini disayangkan oleh Rustam Ladiku, seorang aktivis lingkungan di Pohuwato.

Menurutnya, wisata mangrove Pantai Pohon Cinta seharusnya menjadi aset berharga bagi daerah tersebut. Namun, saat ini kondisinya justru rusak dan tidak terawat.

"Seharusnya ini menjadi perhatian bersama. Wisata ini dibangun dengan anggaran 200 juta rupiah, tapi setelah rusak tidak kunjung diperbaiki," ujar Rustam.

Kerusakan lingkungan di wisata mangrove Pantai Pohon Cinta ini tidak hanya merugikan secara estetika, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengunjung.

Rustam Ladiku menyayangkan kurangnya perhatian terhadap pelestarian lingkungan di daerah tersebut.

Menanggapi laporan ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disporapar) Kabupaten Pohuwato, Rusmiyati Pakaya, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

Dia berjanji untuk berkomunikasi dengan jajaran terkait guna mengetahui penyebab kerusakan dan terbengkalainya wisata mangrove Pantai Pohon Cinta.

"Terimakasih atas informasinya, akan kami komunikasikan bersama dengan pihak terkait," tutup Rusmiyati. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved