Sabtu, 7 Maret 2026

Gorontalo Memilih

Gorontalo Turun Peringkat dalam Partisipasi Pemilu 2024, KPU: Ada Peluang Peningkatan di Pilkada

Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Fadliyanto Koem, menjelaskan bahwa penurunan peringkat ini disebabkan oleh tiga provinsi lain yang mencapai partisipasi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gorontalo Turun Peringkat dalam Partisipasi Pemilu 2024, KPU: Ada Peluang Peningkatan di Pilkada
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat melakukan pencoblosan di TPS 03, Desa Tinelo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.  

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Provinsi Gorontalo mengalami penurunan peringkat dalam hal partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024.

Sebelumnya, pada Pemilu 2019, Gorontalo menduduki peringkat kedua dengan tingkat partisipasi mencapai 86,76 persen.

Namun, di tahun 2024, Gorontalo turun ke peringkat kelima dengan tingkat partisipasi 86,92 persen.

Meskipun mengalami penurunan peringkat, data KPU menunjukkan adanya peningkatan tipis partisipasi pemilih di Gorontalo.

Pada Pemilu 2024, persentase partisipasi pemilih untuk pemilihan presiden dan wakil presiden mencapai 87,15 persen, DPR-RI 86,88 persen, DPD-RI 86,89 persen, dan DPRD Provinsi 86,78 persen.

Tiga Provinsi Raih Partisipasi 100 persen, Fadly: Masih Ada PR Besar

Ketua KPU Provinsi Gorontalo, Fadliyanto Koem, menjelaskan bahwa penurunan peringkat ini disebabkan oleh tiga provinsi lain yang mencapai partisipasi 100 persen, yaitu Papua, Yogyakarta, dan Gorontalo.

Fadly pun mengakui bahwa masih terdapat beberapa persoalan teknis yang harus diselesaikan, seperti tingginya kasus pelanggaran pemilu dan masih adanya hoaks dan disinformasi.

"Persoalan kemarin telah diselesaikan dengan baik oleh KPU Provinsi Gorontalo, namun masih ada juga hal-hal yang tidak terduga terjadi pada pemilu kemarin," ujar Fadly.

Menjelang Pilkada Provinsi Gorontalo, KPU fokus untuk meningkatkan kualitas partisipasi pemilih.

"Masyarakat masing-masing punya hak suara, tapi motivasi mereka dalam menggunakan hak pilih ini apa? Apakah karena ada mobilisasi? Ataukah ada kesadaran? Atau ada hal-hal lain yang menjadi patologi dalam berdemokrasi?," tanya Fadly.

Fadly menekankan bahwa KPU memiliki PR besar untuk meningkatkan kualitas partisipasi pemilih di Pilkada nanti.

Fadly mengajak masyarakat Gorontalo untuk lebih aktif dan sadar dalam menggunakan hak pilihnya pada Pilkada nanti.

"Jangan sampai hak pilih kita disia-siakan. Gunakan hak pilih kita untuk menentukan pemimpin yang terbaik bagi Gorontalo," pesan Fadly.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved