Sabtu, 14 Maret 2026

Kasus Pelecehan Gorontalo

BREAKING NEWS: Amir Halid Akan Lepas Jabatan Rektor UNU Gorontalo usai Dituding Lecehkan Pegawai

Amir Halid akan mengundurkan diri dari jabatan Rektor UNU Gorontalo. Hal itu disampaikan langsung melalui Kuasa Hukum Amir, Rahmat Huwoyon.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Amir Halid Akan Lepas Jabatan Rektor UNU Gorontalo usai Dituding Lecehkan Pegawai
Kolase TribunGorontalo.com/ist
Amir Halid akan mundur dari jabatan Rektor UNU Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Amir Halid akan melepas jabatan Rektor UNU Gorontalo.

Hal itu disampaikan langsung melalui Kuasa Hukum Amir, Rahmat Huwoyon.

Rahmat menyebut saat ini Amir Halid tengah mempersiapkan berkas pengunduran diri dari jabatan Rektor.

"Bahwa klien kami saat ini sementara menyiapkan berkas pengunduran diri sebagai rektor UNUGo," kata Rahmat kepada wartawan saat konferensi pers, Rabu (1/5/2024).

Pria berkacamata itu menjelaskan, Amir Halid menitipkan pesan kepada rektor selanjutnya agar bekerja lebih baik dalam membangun UNU Gorontalo.

"Dan sekaligus menyampaikan harapan kepada rektor yang disiapkan oleh BP2UNU dan PWNU Gorontalo untuk diusulkan ke PBNU Pusat," jelasnya.

Tak hanya itu, Halid juga membantah sejumlah tudingan kasus pelecehan yang dialamatkan kepadanya.

Meski demikian, Amir Halid takkan melanjutkan tugasnya sebagai rektor.

Keputusan untuk mengundurkan diri merupakan langkah terakhir bagi Amir Halid dalam menyikapi semua permasalahan yang ada.

"Kami sudah bertukar pikiran dengan klien kami dan kami mengiyakan, kami menyarankan agar lebih fokus ke sini (proses hukum) agar tidak berdampak ke mahasiswa dan kampus," ucapnya.

Bantah Tudingan Pelecehan

Kuasa Hukum Rektor Unu Gorontalo, Rahmat (tengah) menghadiri konferensi pers pada Rabu (1/5/2024).
Kuasa Hukum Rektor Unu Gorontalo, Rahmat (tengah) menghadiri konferensi pers pada Rabu (1/5/2024). (TribunGorontalo.com/Arianto)

Rektor UNU Gorontalo sebelumnya membantah tudingan pelecehan terhadap para pegawai kampus Unu Gorontalo.

Rahmat menyebut semua tuduhan tidak benar dan hanya kesalahanpahaman.

"Hal ini hanyalah sebuah kesalahpahaman yang terjadi di lingkungan kerja dan patut untuk diluruskan kebenarannya," papar Rahmat dalam konferensi pers pada Rabu (1/5/2024).

Ia berharap konflik diselesaikan secara kekeluargaan guna menjaga nama baik rektor dan kampus. Juga memperhatikan perasaan keluarga dari kedua belah pihak.

"Mengingat kasus tersebut sangatlah sensitif dan berdampak cukup besar," tuturnya.

Menurut Rahmat, segala pemberitaan membuat Rektor ketiga UNU Gorontalo itu mengalami trauma mendalam.

"Berpengaruh pada klien kami dan keluarga, yang tentulah berpengaruh pada hubungan kekerabatan, teman sejawat, popularitas klien kami sebagai seorang Akademisi, dengan tudingan sang predator kaum hawa," ungkapnya.

Namun, Rahmat menegaskan pihaknya akan menghormati proses-proses hukum.

"Baik terkait aduan ke BP2UNUGO dan aduan ke pihak kepolisian Polda Gorontalo," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya Polda Gorontalo telah memeriksa 11 orang yang menjadi korban pelecehan oleh sang rektor.

Berdasarkan keterangannya, Desmont menyebut pihaknya telah menerima laporan dari para korban.

"Iya laporan sudah masuk ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Gorontalo pada Selasa 23 April 2024," ungkap Desmont kepada TribunGorontalo.com, Kamis (25/4/2024).

Laporan itu masuk dengan registrasi Nomor: LP/B/IV/2024/SPKT/POLDA GORONTALO.

Lebih lanjut Demont menyebut pihaknya saat ini tengah melakukan pendalaman atas kasus tersebut.

"Saat ini perkembangannya, kita telah memanggil dan melakukan pemeriksaan kepada 11 orang korban," terangnya.

Adapun rektor UNU Gorontalo diduga melecehkan 15 orang di lingkungan kampus. Namun hanya 11 korban berani melapor ke pihak kepolisian.

 

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: Klik DISINI

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved