Human Interest Story
Pak Moy sang Tukang Sol Sepatu Gorontalo Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Bambu
Kisah Pak Moy begitulah orang-orang sekitar memanggilnya. Moy merupakan tukang sol sepatu di Kota Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kisah Pak Moy begitulah orang-orang sekitar memanggilnya.
Moy merupakan tukang sol sepatu di Kota Gorontalo.
Pria asal Paguyaman Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo ini puluhan tahun tinggal di rumah bambu.
Ia sendirian tinggal di Jalan Brigjen Piola Isa, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Berjarak 100 meter dari SMA Negeri 4 Gorontalo.
Rumah bambu sejatinya lapak sekaligus tempatnya menetap.
"Saya beli bahan-bahannya dari orang lain yang menjual," ujar Moy saat ditemui TribunGorontalo.com pada Senin (29/4/2024).
Untuk urusan buang hajat, Moy selalu menumpang di kamar mandi masjid yang tak jauh dari lapaknya itu.
Pak Moy sejatinya sudah menikah dan dikaruniai dua orang anak. Namun istrinya telah meninggal dunia pada 2014.
Sehingga Moy berjuang untuk menghidupi kedua anaknya dari pekerjaan reparasi sepatu tersebut.
Baca juga: 5 Fakta Dihentikannya Kasus Caleg DPRD Bone Bolango Palsukan Dokumen Pemilu 2024
Moy mengaku pernah jadi sopir becak motor (bentor) selama dua tahun. Kemudian kendaraannya itu ia jual untuk modal usaha sol sepatu.
Ia sehari-hari mendapat pesanan perbaikan enam hingga delapan pasang sepatu.
Setiap ramadhan, lapaknya selalu ramai pesanan.
Tiga hari menjelang idulfitri, Moy mengaku mendapat pesanan hingga 18 pasang sepatu.
"Uang hasil kerja saya simpan buat pulang kampung," jelasnya.
Moy pulang kampung setiap dua minggu sekali.
Hal itu dilakukannya untuk mengobati kerinduan terhadap anak-anak. Sekaligus berziarah ke makam mendiang istrinya.
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: Klik DISINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pak-Moy.jpg)