Rabu, 1 April 2026

Jokowi di Gorontalo

Jokowi Pakai Upiya Karanji Bermotif Burung Maleo saat Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Selain itu, motif burung maleo pada upiya karanji juga memiliki makna simbolis. Burung maleo merupakan hewan endemik Gorontalo yang dilindungi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jokowi Pakai Upiya Karanji Bermotif Burung Maleo saat Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo
Kolase TribunGorontalo.com
Presiden Jokowi pakai upiya Karanji khas Gorontalo saat resmikan Bandara Panua Pohuwato, Senin (22/4/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo --  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menarik perhatian saat meresmikan Bandara Panua di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Senin (22/4/2024).

Ia terlihat mengenakan upiya karanji berwarna coklat yang dihiasi motif kepala burung maleo, salah satu ikon fauna khas Gorontalo.

Maleo Senkawor atau Maleo disebut juga Panua oleh masyarakat Gorontalo yang memiliki nama ilmiah Macrocephalon maleo.

Upiya karanji merupakan topi tradisional Gorontalo yang terbuat dari anyaman Pohon Mintu (sejenis rotan).

Baca juga: BREAKING NEWS: Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Biasanya, topi ini dikenakan oleh para pejabat adat atau tokoh masyarakat dalam acara-acara adat dan resmi.

Penggunaan upiya karanji oleh Presiden Jokowi ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan tradisi Gorontalo.

Selain itu, motif burung maleo pada upiya karanji juga memiliki makna simbolis. Burung maleo merupakan hewan endemik Gorontalo yang dilindungi.

Penggunaan motif ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi untuk menjaga kelestarian alam dan budaya Gorontalo.

Upiya Karanji, bukan sekadar penutup kepala biasa. Bagi masyarakat Gorontalo, peci ini memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Sejak zaman dahulu, Upiya Karanji telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas Suku Gorontalo.

Dibuat dari anyaman tumbuhan mintu (sejenis rotan) yang tumbuh di hutan Gorontalo, Upiya Karanji memiliki ciri khas bentuknya yang unik, seperti keranjang.

Baca juga: Seru! Presiden Jokowi Gabung SSB Primavera saat Pertandingan Melawan SSB Gorontalo United

Selain nyaman dipakai, peci ini juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Lebih dari sekadar pelengkap busana, Upiya Karanji menjadi simbol identitas Suku Gorontalo. 

Penggunaan Upiya Karanji tak hanya terbatas pada acara adat atau keagamaan. Peci ini juga sering dipakai dalam keseharian, baik oleh pria maupun wanita.

Hal ini menunjukkan bahwa Upiya Karanji telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Gorontalo.

Di era modern, Upiya Karanji semakin populer dan diminati tak hanya oleh masyarakat Gorontalo, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Koki Bakso Lapangan Tembak Citimall Gugup Hidangkan Makanan untuk Jokowi di Gorontalo

Hal ini menunjukkan bahwa Upiya Karanji bukan hanya sekadar peci, tetapi juga warisan budaya yang patut dilestarikan.

Upaya pelestarian Upiya Karanji terus dilakukan, salah satunya dengan mendorong para pengrajin untuk terus memproduksi peci ini. Selain itu, Upiya Karanji juga mulai dipromosikan ke kancah nasional dan internasional.

Dengan upaya pelestarian yang berkelanjutan, diharapkan Upiya Karanji akan terus lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo, serta menjadi ikon budaya Indonesia yang mendunia.

Peresmian Bandara Panua Pohuwato

Bandara Panua Pohuwato diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) Senin (22/4/2024).

Bandara kebanggan warga kabupaten paling barat Gorontalo ini berlokasi di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.

Presiden didampingi Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga secara resmi membunyikan sirene tanda Bandara Panua tersebut resmi beroprasi. 

Sejumlah pejabat yang mendampingi Jokowi di antaranya Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, dan Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi tiba di Bandara Panua sekitar pukul 07.51 WITA dengan menumpangi pesawat City Link dengan tipe ATR 72-600 dari Bandara Djalaluddin Gorontalo.

Baca juga: Wanita Ini Cerita Bisa Foto Bareng Jokowi di Gorontalo Berkat Tips dari Paspampres

Jokowi lalu meninjau fasilitas gedung terminal dan mendengarkan paparan dari Menhub Budi Karya.

Presiden Jokowi menilai eksistensi bandara sangat penting untuk bersaing dengan negara lain agar kecepatan mobilitas orang dan logistik lebih baik lagi. Perputaran ekonomi bisa semakin berkembang.

“Karena ke depan bukan negara besar mengalahkan negara kecil tapi negara cepat mengalahkan negara lambat. Oleh sebab itu kita perlu cepat. Saya senang alhamdulilah Bandara Panua di Pohuwato ini telah selesai. Tadi Pak Menteri Perhubungan bilang menghabiskan Rp473 miliar ini duit semua. Gede banget,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu menilai panjang landasan yang hanya 1.200 x 30 meter masih sangat pendek. Ia meminta Menteri Perhubungan memperpanjang agar bisa didarati pesawat jenis lain.

“Saya lihat 1.200 itu nanggung didarati ATR full enggak bisa. Oleh sebab itu, saya perintah runwaynya harus ditambah. Paling lambat tahun depan kalau bisa tahun ini. Insyaallah,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya menyebut Bandara Panua Pohuwato merupakan bandara ke-25 dari 27 bandara yang dibangun. Bandara yang dibangun sejak tahun 2015 itu menelan anggaran Rp437,4 miliar.

“Ini adalah salah satu legacy dari Bapak Presiden yang selalu memberikan arahan kepada kami untuk membangun bandara di semua pelosok tanah air. Kami laporkan juga anggaran untuk membangun di sini tidak kecil yaitu Rp437 miliar, karena tanahnya relatif tidak bagus sehingga kita perlu melakukan improvement dari tanah ini” tutur Budi.

Baca juga: Cerita Warga Bisa Foto Bareng Jokowi di Gorontalo hingga Beruntung Diberi Kaos

Bandara Panua memiliki sejumlah fasilitas penting diantaranya landasan pacu sepanjang 1200m x 30m, taxiway 15m x 170m serta apron 110m x 70m. Gedung terminal berukuran 990m⊃2; dengan pesawat terbesar yang bisa terbang dan mendarat jenis ATR 72-600.

Pembangunan Bandara Panua sudah dimulai sejak tahun 2015 dan baru benar benar rampung pada tahun 2024. Bandara perintis itu menelan biaya keseluruhan sebesar Rp437,4 miliar, sebagian diantaranya dibiayai melalui mekanisme Surat berharga Syariah Negara (SBSN).

Sebelum diresmikan Presiden Jokowi, penerbangan perintis perdana dari dan ke Bandara Panua sudah dilakukan tanggal 18 Februari 2024. Pesawat DHC-6 Twin Otter milik maskapai SAM Air sukses mendarat dan terbang dengan rute Gorontalo – Pohuwato – Palu pergi pulang.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved