AC Milan
5 Fakta Penting dari Kekalahan Memalukan 2-1 Roma Vs AC Milan
Beberapa pemain mendapat nilai rendah dan pelatih Stefano Pioli juga menerima banyak kritik. Berikut adalah 5 pelajaran penting dari kekalahan memalu
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kekalahan-memalukan-AC-Milan-melawan-AS-Roma.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- AC Milan gagal mengejar ketertinggalan di leg kedua perempat final Liga Europa melawan AS Roma.
Malahan, mereka dibuat malu karena tim tuan rumah bermain lebih baik meskipun bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-30.
Ini adalah performa mengecewakan lainnya bagi Rossoneri. Meskipun mendominasi penguasaan bola, mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Matteo Gabbia sempat mencetak gol melalui sundulan kepala, namun terlambat untuk menyelamatkan timnya.
Beberapa pemain mendapat nilai rendah dan pelatih Stefano Pioli juga menerima banyak kritik.
Berikut adalah 5 pelajaran penting dari kekalahan memalukan tersebut pada Jumat (19/4/2024) dini hari WIB.
1. Kegagalan Taktik dan Performa Buruk di Laga Besar
Dalam kedua leg, terlihat jelas bahwa Roma secara taktik lebih unggul.
Giallorossi mengendalikan pertandingan dari awal hingga akhir.
Hal ini terlihat semakin jelas setelah kartu merah Roma, di mana mereka masih bisa bertahan dengan nyaman dan bahkan menyerang.
Banyak pihak mempertanyakan keputusan Pioli yang menurunkan Yunus Musah.
Keputusan Pioli untuk terus bereksperimen dengan taktik yang gagal ini jelas menyorot ketidakmampuannya.
Taktik Pioli tidak hanya berdampak pada performa tim secara keseluruhan, tetapi juga membuat para pemain bintang seperti Theo Hernandez dan Rafael Leao tampil di bawah performa terbaik mereka.
2. Olivier Giroud Telah Habis
Kontribusi Giroud untuk kemenangan Scudetto Milan pada 2021-22 tidak bisa diragukan lagi.
Namun, eranya tampaknya telah berakhir, dan performa buruknya kemarin menjadi bukti nyata.
Dia seringkali kalah duel udara melawan lini belakang Roma dan selalu salah mengambil keputusan saat menguasai bola.