Human Interest Story
Cerita Indah Usman, Mahasiswi UNG yang Aktif Organisasi
Cerita Indah Nursafitri Usman, mahasiswi Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang giat mengikuti organisasi,
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Indah-Nursafitri-Usman-8888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Cerita Indah Nursafitri Usman, mahasiswi Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang aktif mengikuti organisas
Wanita 23 tahun ini mengaku dirinya memasuki berbagai organisasi internal dan eksternal di kampus
Dari seluruh organisasi yang telah dimasuki, Indah mengungkapkan jika dirinya banyak mendapat banyak manfaat.
Hal tersebut untuk memperdalam pengalaman dan pengetahuan sekaligus untuk membangun relasi.
Uniknya, Indah pernah menggunakan google calendar untuk mengatur waktunya agar tidak terjadi bentrokan kegiatan.
"Saya menggunakan metode rancangan studi dari mulai menggunakan Google Calendar untuk mengatur waktu antara tiga aktivitas sekaligus.
Indah menjelaskan jika dirinya gemar untuk mengatur waktu dengan detil.
Untuk tugas, Indah mengerjakannya tepat setelah tugas tersebut diberikan oleh dosen agar bisa meminimalisir waktu dan menghindari bentrok dengan kegiatan lain.
Indah mengerjakan berbagai penugasan dari dosen di hari Senin hingga Jumat.
Akhir pekannya digunakan untuk bekerja.
Indah bercerita dirinya mencoba mengikuti berbagai organisasi saat masih merasa memiliki banyak waktu luang di setiap minggu.
"Saya memasuki organisasi internal dan eksternal yang sebenarnya ini sudah terdata dalam rencana perkuliahan saya. Semester berapa saya harus masuk organisasi dan mengikuti berbagai kegiatan seperti program merdeka belajar," jelasnya.
Indah mengaku sampai saat ini dirinya didukung penuh oleh orangtua.
Pesan orangtua yang selalu diingat Indah adalah bertanggung jawab dalam setiap keputusannya.
Indah ingin kuliahnya bisa dipersembahkan kepada kedua orangtuanya yang selama ini terus memberikan dirinya motivasi.
Penghasilan dari hasil kerjanya selama ini, ungkap Indah, diberikan sebagian untuk orang tuanya.
"Penghasilan yang saya dapatkan pun bisa menjadi tabungan masa depan yang mungkin suatu saat jadi uang darurat keluarga," terangnya.
Meski akibat sibuk melakukan berbagai aktivitas, Indah mengaku sering melewatkan waktu berharga bersama keluarganya.
Bahkan, ungkap Indah, banyak orang yang mengatakan sulit untuk mengajak Indah untuk bermain atau bersenang-senang bersama.
Namun, Indah mengaku acuh terhadap hal tersebut.
Dirinya hanya ingin membuat kedua orang tua bangga atas segala pencapaiannya sehingga bisa merubah nasib kedua orang tua atau keluarganya.
"Semoga apa yang saya dapatkan itu yang akan saya berikan kepada orang sekitar," tandasnya. (*/Andika)
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025 |
|
|---|
| Cerita 2 Pemudi Jualan Takjil Ramadan di Kota Gorontalo |
|
|---|
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.