Cerita Kurir
Kurir Ekpedisi di Gorontalo Cerita Tantangan Selama Bekerja, Mengaku Antar 150 Paket Sehari
Tapi, jadi kurir dengan banyak paket bukan berarti gampang. Memo menungkapkan, ia sering bertemu customer yang minta dibuka dulu paketnya sebelum baya
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Seorang-kurir-perusahaan-expedisi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Memo Kadir, seorang kurir perusahaan expedisi Molosipat W, sudah jadi kurir selama 4 bulan.
Saat ditemui TribunGorontalo.com di kantornya, ia mengaku paling banyak mengantar 150 paket dalam sehari.
"50 sampai 150 paket sih, cuma paling banyak 150 paket," ujar Memo kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (13/4/2024).
Tapi, jadi kurir dengan banyak paket bukan berarti gampang. Memo menungkapkan, ia sering bertemu customer yang minta dibuka dulu paketnya sebelum bayar.
Baca juga: Sosok Suami Bunuh Istri di Pohuwato Gorontalo Terbongkar, 3 Kali Menikah dan Doyan Teler
"Ada-ada saja customer yang membuka paket COD sebelum dibayarkan. Tak hanya itu, ada juga customer yang minta dikirimin foto barangnya dulu ke customer sebelum pengantaran," kata Memo.
"Itu kan memang tidak bisa, torang (kami) memang tidak bisa buka paket itu," lanjutnya.
Sebetulnya punya kisah serupa tidak cuma Memo, Agung Prayuda, yang juga berprofesi sebagai kurir selama 2 bulan, juga sering bertemu pelanggan semacam itu.
Baca juga: Tambang Emas Ilegai di Pohuwato Kembali Telan Korban, Pemuda dan Keluarga Tuntut Penutupan Total
"Banyak sekali, rata-rata hampir semua disuruh buka paket dulu terus di foto, padahal kan itu tidak bisa," ujarnya.
Agung juga cerita, dia bisa nganter paket sampai 150 per hari.
"50-150 paket dalam sehari, tapi tergantung kitanya mau bawa berapa," lanjutnya.
Walaupun nganter paket banyak, insentifnya beda-beda tiap kurir.
"Nanti di akumulasikan sebulan," tutupnya.(*)