Suasana Idulfitri di Gorontalo

Pertokoan di Tilamuta Sepi saat Idulfitri, Pedagang Buah Ini Malah Tetap Jualan

Hamid, yang merupakan satu-satunya pedagang yang buka di area tersebut, mengatakan bahwa ia tetap memilih berjualan karena buah tidak bisa disimpan te

Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Nawir
Susana pertokoan di Tilamuta, Boalemo, Provinsi Gorontalo, Kamis (11/4/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di tengah sepinya pusat perdagangan di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, pada hari kedua Idul Fitri, Kamis (11/4/2024), Hamid Alamri tetap membuka lapak buahnya di sekitaran Tugu Jagung Desa Hungayonaa.

Hamid, yang merupakan satu-satunya pedagang yang buka di area tersebut, mengatakan bahwa ia tetap memilih berjualan karena buah tidak bisa disimpan terlalu lama.

"Saya sendiri tetap buka karena buah ini tidak bisa di diamkan sehari nanti di makan serangga ataupun jadi busuk jika di simpan di dalam toko," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com.

Baca juga: Sungai Bone Gorontalo Dipenuhi Eceng Gondok dan Jadi Tempat Buang Sampah

Meskipun sepi pembeli, Hamid tetap optimis dan berharap dagangannya tetap laku.

"Ya, pembeli memang sepi, tapi saya tetap berharap dagangan saya bisa laku. Mungkin nanti sore atau malam akan lebih ramai," ujarnya.

Pedagang Nike di Kota Gorontalo

Dua penjual Nike tetap membuka lapak mereka di tengah suasana Hari Raya.

Lie N Napu, salah satu penjual, mengungkapkan bahwa tuntutan hidup menjadi alasannya tetap berjualan.

"Mau bagaimana lagi, kalau tidak berjualan mau makan apa?" tuturnya.

Meskipun berjualan, Lie tetap menyempatkan diri untuk bersilahturahmi dengan keluarga.

Ia mengaku waktunya terbatas karena Nike merupakan barang musiman.

Hal senada diungkapkan Jahidin Yusuf, penjual Nike di dekat Lie.

Ia memiliki stok Nike yang banyak dan harus segera dijual agar tidak menurun kualitasnya.

"Stok saya banyak, jadi harus cepat-cepat jual. Terlebih nike ini musiman," ungkapnya.

Yusuf dan Lie berasal dari Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, dan menempuh jarak jauh untuk berjualan di Gorontalo.

Di tengah Hari Raya, harga Nike turun dari Rp 50 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Lie dan Yusuf pun menyesuaikan harga takaran mereka, yaitu Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu.

Meskipun pembeli lebih sedikit di Hari Raya, Lie dan Yusuf tetap bersyukur.

Kualitas Nike yang segar menjadi daya tarik bagi pembeli yang datang.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved