Minggu, 22 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Pemkot Gorontalo Gelar Tonggeyamo, Wali Kota Marten Taha: Ramadan Mengajarkan Kita Keseimbangan

Pemerintah Kota Gorontalo menggelar adat Tonggeyamo di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Selasa (09/04/2024) malam

Tayang:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Pemkot Gorontalo Gelar Tonggeyamo, Wali Kota Marten Taha: Ramadan Mengajarkan Kita Keseimbangan
TRIBUNGORONTALO/ANDIKAMACHMUD
Pemerintah Kota Gorontalo menggelar adat Tonggeyamo di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Selasa (09/04/2024) malam 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo menggelar adat Tonggeyamo di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Selasa (09/04/2024) malam

Prosesi adat Tonggeyamo dilakukan setelah mendengar keputusan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengenai penetapan 1 Syawal 1445 H.

Dalam gelaran adat itu, terlihat hadir berbagai pemangku adat, pemuka agama, dan tokoh masyarakat.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha ingin agar semua masyarakat Kota Gorontalo menyambut Hari Raya Idul Fitri.

"Saya mengajak kepada kita semua untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan kumandang takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan raya syukur," jelas Marten.

Kemenag RI memutuskan bahwa penetapan 1 Syawal 1445 H akan jatuh pada Rabu, (10/04/2024).

Marten meyakini bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan yang telah dijalani akan menjadi bekal yang berharga untuk memasuki bulan berikutnya.

"Syawal berarti peningkatan, peningkatan berarti ada kemajuan dalam amal ibadah kita karena kita sudah dilatih di bulan suci Ramadan," ungkapnya.

Puasa yang dilaksanakan, lanjut Marten, sebenarnya telah melatih agar setiap umat islam dapat tangguh dalam menahan nafsu dan keinginan.

Marten mengungkap jika Hari Raya Idul Fitri akan menjadi permulaan dalam aktivitas melawan hawa nafsu.

"Sehingga di Hari Raya Idul Fitri menjadi permulaan dalam aktivitas melawan hawa nafsu sebagai bentuk perilaku," tuturnya.

Marten meyakini bahwa Ramadan dapat menjadikan jiwa seseorang bersih.

"Saya meyakini bahwa dalam jiwa yang bersih melahirkan perilaku yang terpuji, jika perilaku terpuji dimiliki setiap orang yang telah berpuasa di bulan Ramadan maka dipastikan kita tidak akan menemukan perbuatan tercela," jelasnya.

Ibadah puasa, ungkap Marten, telah mendidik setiap umat muslim untuk bisa mempertajam nilai-nilai keseimbangan dalam setiap aspek kehidupan.

Marten merasa bahwa pola hidup yang seimbang adalah hal yang diperlukan untuk setiap masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved