Senin, 30 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Yuningsih Mooduto 6 Tahun Jualan Kue Kering, Pernah Tak Laku karena Masa Pandemi Covid-19

Wanita berusia 47 tahun ini berjualan kue di Jl R Atje Slamet, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Yuningsih Mooduto 6 Tahun Jualan Kue Kering, Pernah Tak Laku karena Masa Pandemi Covid-19
TribunGorontalo.com, Andika
Yuningsih Mooduto mampu menjual 100 toples kue kering jelang lebaran 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Yuningsih Mooduto bercerita enam tahun menjual kue kering.

Bulan ramadan kali ini, 100 toples kue kering miliknya dibeli pelanggan.

Wanita berusia 47 tahun ini berjualan kue di Jl R Atje Slamet, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Yuningsih mengaku awalnya ia hanya membantu orang lain membuat kue kering.

"Pertama itu mereka sewa dulu, bantu orang buat kue yang mereka tidak tahu buat. Lama kelamaan saya buat tapi modal sendiri," ungkap Yuningsih kepada TribunGorontalo.com, Minggu (7/4/2024).

Pada saat pertama, Yuningsih menjelaskan bahan-bahan ketika dirinya membuat kue harus disediakan kepada pembeli.

"Pokoknya semua bahan-bahan modal itu semua dari mereka," jelasnya.

Namun seiring waktu, Yuningsih berinisiatif untuk menyediakan bahan-bahan untuk pembuatan kue kering untuk usahanya.

Menurutnya masyakarat di lingkungannnya menyukai jenis kue keong. Sehingga ia mulai rajin membuatnya.

Saat ini, Yuningsih telah memiliki pelanggan di berbagai daerah di Gorontalo.

"Ada dari Kabila, Suwawa, Bone Pantai, banyak. Jadi saya juga sudah buat kue kering banyak," jelasnya.

Setelah pandemi Covid-19, Yuningsih mulai menjajakan dagangannya di media sosial.

Walaupun sempat tidak mendapat orderan selama masa pandemi, Yuningsih mengaku tidak patah semangat.

Yuningsih mulai untuk membangun usaha kue keringnya ketika Covid-19 telah berangsur mereda.

"Awalnya 25 toples, kalo tahun ini sudah 100 toples. Pokoknya selesai corona itu bisa dapat 100 toples kue kering lebih," ungkapnya.

Di tahun lalu, Yuningsih bisa menjual sekitar 100 toples kue keong.

Baca juga: Cerita Adelin Mopangga, Berawal dari Iseng-iseng hingga Konsisten 20 Tahun Jualan Kue Kering

Kue kering yang dijualnya berbagai macam jenis seperti kue coklat krispi, kue kurma, kue selai, hingga kue nastar.

Yuningsih mengaku sebulan sebelum ramadan telah mendapatkan banyak orderan.

"Satu bulan puasa sudah ada orderan, 10 hari menjelang lebaran itu tutup," ungkapnya.

Kini Yuningsih mempekerjakan enam karyawan yang membantunya untuk bekerja.

Selama menjual kue kering pada tahun ini, Yuningsih tidak merasa ada kesulitan berarti.

Meski begitu, ia mendapati ada beberapa orang yang melakukan pembatalan orderan.

Yuningsih berharap usahanya semakin berkembang dan bisa didukung oleh pemerintah setempat.

"Mudah-mudahan semakin sukses dan mungkin bisa dilihat pemerintah agar didukung dengan bantuan kue dan alat-alat pembuatan kue," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: KLIK DISINI

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved