Tumbilotohe Gorontalo
Tradisi Tumbilotohe jadi Daya Tarik Budaya Gorontalo untuk Wisatawan
Saat ini, wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo didominasi oleh perantau yang memiliki keluarga di sana. Tumbilotohe menjadi salah satu alasan merek
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-pengunjung-Tumbilotohe-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tradisi Tumbilotohe di Kota Gorontalo diprediksi bakal mendatangkan banyak wisatawan.
Tradisi ini merupakan budaya asli Gorontalo yang berkaitan dengan momen Ramadan dan memiliki sejarah panjang.
"Tumbilotohe memiliki potensi untuk menjadi wisata budaya," ungkap Zamroni Agus, Kepala Dinas Pariwisata Kota Gorontalo, kepada TribunGorontalo.com, Kamis (04/04/2024).
Saat ini, wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo didominasi oleh perantau yang memiliki keluarga di sana. Tumbilotohe menjadi salah satu alasan mereka pulang kampung.
Baca juga: Tumbilotohe Ramah Lingkungan di Gorontalo, Batok Kelapa dan Buah Pepaya Gantikan Lampu Minyak
"Selain kerinduan keluarga, keunikan Tumbilotohe mengingatkan mereka akan masa kecil dan kampung halaman," jelas Zamroni.
Meskipun tradisi ini telah mengalami pergeseran dengan penggunaan lampu listrik, Zamroni melihatnya sebagai keunikan tersendiri bagi Kota Gorontalo.
"Perpaduan lampu tradisional dan modern menjadi daya tarik bagi wisatawan," tuturnya.
Wisatawan di Gorontalo terbagi menjadi dua bagian: wisatawan lokal dan turis. Wisatawan lokal tertarik dengan gemerlap lampu listrik di kawasan Ipilo dan sekitarnya, sedangkan turis lebih menyukai keunikan lampu tradisional.
Baca juga: Warga Desak Pemerintah Gorontalo: Tolong Perbaiki Jalan Rusak!
Zamroni berharap tradisi Tumbilotohe tetap dilestarikan dengan menggunakan lampu tradisional untuk menarik wisatawan asing.
"Lampu tradisional harus tetap digalakkan untuk mendatangkan wisatawan asing," tandasnya.(*)