Tumbilotohe Gorontalo
Tumbilotohe Ramah Lingkungan di Gorontalo, Batok Kelapa dan Buah Pepaya Gantikan Lampu Minyak
Pameran ini terselenggara atas kerja sama dengan sejumlah Kepala Desa dan bertempat di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Goront
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kelapa-yang-dibelah-dua-jadi-wadah-Tumbilotohe-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Menjelang perayaan Tumbilotohe, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, menghadirkan nuansa baru dengan pameran Green Tumbilotohe.
Tradisi ramah lingkungan ini diharapkan dapat melestarikan budaya lokal sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pameran ini terselenggara atas kerja sama dengan sejumlah Kepala Desa dan bertempat di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Green Tumbilotohe merupakan sebuah tradisi perayaan Tumbilotohe yang menggunakan batok kelapa dan buah pepaya sebagai sumber penerangan.
Baca juga: Warga Desak Pemerintah Gorontalo: Tolong Perbaiki Jalan Rusak!
Tradisi ini dipilih karena ramah lingkungan dan tidak menghasilkan asap yang mengganggu lingkungan, berbeda dengan penggunaan lampu botol minyak yang seringkali menghasilkan asap.
"Penggunaan batok kelapa dan buah pepaya sebagai sumber penerang adalah tradisi yang dipakai Warga Gorontalo sejak ratusan tahun lalu sebelum ditemukan botol minyak," ungkap Rusmiyati Pakaya, Kepala Dinas Disparpora Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Pembuatan Green Tumbilotohe akan dipraktikkan terlebih dahulu di Desa Marisa Utara sebelum diterapkan di semua kecamatan di Kabupaten Pohuwato.
"Kita buktikan dulu di satu desa. Setelah berhasil, kita rekomendasikan ke setiap desa di Kabupaten Pohuwato," papar Rusmiyati.
Penggunaan batok kelapa yang diisi dengan campuran minyak kelapa dan air terbukti lebih efisien dalam memberikan penerangan yang cukup hingga pagi hari.
Baca juga: Jadi Tuan Rumah MTQ Tingkat Provinsi, Kabupaten Gorontalo Optimis Sabet Juara Umum
Selain itu, penggunaan bahan-bahan lokal ini juga dianggap sebagai solusi yang minim modal, karena tidak memerlukan pengeluaran besar seperti penggunaan minyak tanah.
"Sangat minim modal dan pekerjaan. Di tengah susahnya mendapatkan minyak tanah, penggunaan batok kelapa dan buah pepaya sebagai sumber penerang tumbilotohe di Kabupaten Pohuwato adalah solusi yang baik," pungkas Rusmiyati.
Masyarakat Desa Marisa Utara menyambut baik perayaan Green Tumbilotohe.
Risma Sanad, salah satu warga desa, mengungkapkan bahwa tradisi ini tepat untuk melestarikan budaya lokal sambil tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
"Green Tumbilotohe adalah tradisi ramah lingkungan. Kami senang bisa berbeda dari kampung lainnya. Semoga saja ini bisa berlanjut ke desa-desa lainnya," tutup Risma.(*)