Penasaran Isi Kapal Perang Indonesia? Merapat ke Pelabuhan Gorontalo 1 April 2024
Kapal ini juga turut beroperasi dalam pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang pernah dibajak di Perairan Somalia. (*)
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KRI-BANJARMASIN-592-dan-KAL-LIMBOTO-II-8-33.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- TNI AL Gorontalo akan memamerkan isi kapal perang RI kepada warga Gorontalo.
Pameran ini bertajuk "Open Ship". Adapun kapal yang akan dipamerkan ini merupakan KRI BANJARMASIN - 592 dan KAL LIMBOTO II-8-33.
Open ship ini akan dibuka pada Senin, 1 April 2024. Berlangsung dari pukul 08:00 hingga 15:00 Wita.
Kapal perang itu nantinya akan bersandar di Pelabuhan Barang, tepatnya Jl Mayor Abdulah, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Baca juga: Sampah Menumpuk di Depan Kantor Camat Tilamuta, Warga Resah
Menurut Rahmat, TNI AL Gorontalo, bahwa pembukaan pameran kapal perang itu juga akan dihadiri oleh Pj Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya.
"Jam tiga klir, nanti habis itu gantian sama Forkopinda. Penjabat Gubernur juga akan hadir nanti," kata Rahmat kepada TribunGorontalo.com.
Nantinya pengunjung akan disuguhkan dengan isian dari kapal perang. Mulai dari senjata, pelengkapan dan lain sebagainya.
Akan ada pemandu di setiap kapal. Mereka akan menjelaskan fitur dan ruang-ruang dalam kapal, sehingga pengunjung tidak akan kebingungan.
Untuk masalah biaya, pengunjung tidak perlu khawatir. Sebab untuk bisa melihat secara langsung isi kapal perang ini tidak dikenakan biaya apapun.
Sebab tujuan utama dilakukan open ship ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat luas mengenai isi kapal perang.
"Tujuannya biar masyarakat tau isi kapal perang itu seperti apa," tambahnya.
KAL BANJARMASIN 592 merupakan salah satu kapal perang tercanggih milik Indonesia.
Bagaimana tidak kapal ini mampu menampung lima helikopter, 22 tank, 560 pasukan, serta 126 Awak.
Kapal ini juga turut beroperasi dalam pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang pernah dibajak di Perairan Somalia. (*)