Tumbilotohe Gorontalo
Pertamina Gorontalo Punya Stok 1,7 Juta Liter Minyak Tanah, Melimpah untuk Kebutuhan Tumbilotohe
Menurut Bagian SBM Rayon 4 Sulut Go Pertamina Gorontalo, Doddy Anggriawan, stok minyak tanah di Provinsi Gorontalo, melimpah.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-penjual-lampu-botol-berbahan-bakar-minyak-tanah-di-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pertamina Gorontalo memastikan stok minyak tanah untuk perayaan Tumbilotohe 2024.
Menurut Bagian SBM Rayon 4 Sulut Go Pertamina Gorontalo, Doddy Anggriawan, stok minyak tanah di Provinsi Gorontalo, melimpah.
"Sejak Gorontalo sudah terkonversi dengan gas LPG, sudah tidak ada lagi kuota untuk minyak tanah. Jadi, berapa pun kebutuhan minyak tanah itu insyaallah akan kita penuhi," jelas Doddy saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/3/2024).
Dengan begitu, permintaan minyak tanah di perayaan Tumbilotohe Gorontalo 2024, akan selalu terpenuhi. Tergantung, kebutuhan yang dipesan masyarakat ataupun para agen.
Baca juga: Rita Polapa Tetap Jualan Lampu Botol Tumbilotohe Gorontalo Meski Banyak Saingan
Kata Doddy, saat ini stok minyak tanah di Provinsi Gorontalo sekitar 1,7 juta liter.
Sementara, estimasi kebutuhan per harinya hanya 24.000 liter, sehingga kebutuhan minyak tanah di Gorontalo bisa bertahan hingga dua bulan ke depan.
"Jadi, meskipun ada kegiatan seperti Tumbilotohe Gorontalo, kami tidak khawatir. Karena stok insyaallah selalu dipenuhi," imbuhnya.
Baca juga: Pengamanan Jumat Agung di Kota Gorontalo, 160 Personel Polisi Berjaga
Kemudian terkait harga minyak tanah, Pertamina mematok harga industri.
Artinya, sudah tidak ada lagi penjualan minyak tanah dengan harga subsidi.
Diketahui, Provinsi Gorontalo hanya memiliki 2 agen minyak tanah yang masih beroperasi. Yakni PT. Seribu Berkat dan PT. Toyungo.
Biasanya, permintaan minyak tanah akan meningkat saat perayaan Tumbilotohe Gorontalo.
Sekedar informasi, Tumbilotohe merupakan perayaan malam pasang lampu di Gorontalo yang digelar tiga hari sebelum hari raya idulfitri.
Dahulu, masyarakat Gorontalo memulai tradisi ini dengan menggunakan lampu Padamala. Sebuah lampu yang ditunjang oleh minyak kelapa dicampur air.
Baca juga: Sempat Murtad, Wanita asal Pohuwato Gorontalo Ini Kembali Memeluk Islam Disaksikan Bupati
Lalu zaman bergeser berganti lampu botol menggunakan sumbu serta minyak tanah.
Belakangan, masyarakat lebih senang menggunakan lampu listrik yang menyala serupa lampu botol. Warnanya pun lebih variatif.