Breaking News

Ramadan Gorontalo 2024

Menyicip Lopes Legend Gorontalo, Hanya Ada saat Bulan Ramadan

Di antara penjual lopes yang meramaikan bulan suci ini, Erni Mohamad (48) tak hanya memanjakan lidah dengan Lopes Legend-nya, tapi juga menginspirasi

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Atika
Potret Lopes Legend baru buka di sore ramadan Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kue lopes, ikon kuliner langka yang hanya hadir di bulan Ramadan, selalu dinanti warga Gorontalo.

Di antara penjual lopes yang meramaikan bulan suci ini, Erni Mohamad (48) tak hanya memanjakan lidah dengan Lopes Legend-nya, tapi juga menginspirasi dengan dedikasi 28 tahunnya.

Lapak Erni di Jalan H.B Jassin Limba U I, Kota Selatan, Kota Gorontalo selalu diincar warga. 

Julukan "Lopes Legend" bukan sekadar nama, tapi bukti kesetiaannya menemani Ramadan Gorontalo dengan kelezatan lopesnya.

Sejak 1996, Erni setia meracik lopes dari beras ketan putih, balutan kelapa, dan gula merah cair.

Setiap hari, tangannya terampil menghasilkan 3.000-5.000 bungkus lopes, memuaskan rasa lapar dan dahaga para penikmatnya.

"Awalnya hanya 'Lopes Segitiga', tapi 3 tahun terakhir saya ganti jadi 'Lopes Legend' karena sudah lama jualan dan dikenal banyak orang," ujar Erni.

Lopes Legend tak hanya memanjakan lidah dengan rasa originalnya, tapi juga menghadirkan varian rasa durian yang tak kalah menggoda.

Dibantu anaknya, Erni tak hanya menebar kenikmatan, tapi juga meraup keuntungan hingga Rp 890 ribu per hari.

Di balik kelezatan lopes, Erni tak menampik proses pembuatannya yang tak mudah dan membutuhkan bahan-bahan mahal, seperti beras ketan yang mencapai Rp 27.000 per kilogram. (Magang/atika)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved