HUT Tribun Gorontalo
Lengkap! Isi Talkshow Tribun Mengawal 3 Dasawarsa Provinsi Gorontalo dan 3 Abad Kota Gorontalo
Portal TribunGorontalo.com beberapa waktu lalu menggelar HUT ke-2 sekaligus peresmian kantor baru, Kamis (21/03/2024).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Febby-Mahendra-ujung-paling-kiri-bersama-Wali-Kota-Gorontalo-Marten-Taha-Pj-Gubernur-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Portal TribunGorontalo.com beberapa waktu lalu menggelar HUT ke-2 sekaligus peresmian kantor baru, Kamis (21/03/2024).
Kantor baru TribunGorontalo.com berada di Jalan Agung Suprapto Nomor 22, Kelurahan Limba U Dua, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Acara ini disiarkan langsung di kanal YouTube dan Facebook Tribunnews serta semua channel Tribun Network.
Adapun talkshow bertajuk "Tribun Mengawal 3 Dasawarsa Provinsi Gorontalo dan 3 Abad Kota Gorontalo" ini diisi sejumlah pembicara, yakni Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Wali Kota Gorontalo Marten Taha, dan Kepala Pewakilan BI Provinsi Gorontalo Dian Nugraha.
Talkshow dipandu langsung oleh Direktur Pemberitaan TribunNetwork, Febry Mahendra Putra.
Berikut ulasan seluruh isi talkshow selengkapnya. (Q= Question/ pertanyaan moderator; A= Answer/ jawaban pembicara).
Penjabat Gubernur Gorontalo
Q: Pak, tentu sebagai Pj Gubernur selama waktu belakangan ini, bapak mempunyai catatan, mempunyai kesan mengenai apa yang harus dilakukan dalam tahun-tahun ke depan. Apalagi tadi bapak sudah mengatakan bahwa pemerintahan ini akan baru nanti pada bulan November. Kami persilakan, pak."
A: Memang saya menjabat sebagai pj gubernur ini sudah lebih kurang 11 bulan. Jika sesuai kontrak satu tahun, satu bulan lagi selesai. Sambil melaksanakan tugas atas pertanyaan pak Febby tadi, "Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah provinsi Gorontalo untuk masa depan lebih baik?"
Memang ada beberapa indikator yang masih menjadi PR besar dari pemerintah, bukan hanya provinsi tapi juga kabupaten dan kota.
Yang pertama adalah angka kemiskinan. Indikator ini memang dari dulu cukup tinggi.
Sampai dengan saat ini, Gorontalo itu berdasarkan angka kemiskinan masuk lima besar secara nasional. Dari 34 provinsi itu urutan kelima. Kami belum tahu ini sudah 38 soalnya.
Termasuk di dalamnya adalah miskin ekstrem. Kita masih punya kemiskinan ekstrem sebesar 2 koma lebih. Sementara target dari bapak presiden, 2024 miskin ekstrem itu harus nol. Dan ini masih jadi PR bagi kita.
Di luar itu, indikator yang juga menjadi PR besar bagi pemerintah nanti yang akan memimpin Gorontalo adalah sisi perluasan kesempatan kerja.
Walaupun angka pengangguran provinsi Gorontalo itu sangat rendah, tapi saya merasa penyerapan tenaga kerja di Provinsi Gorontalo ini masih perlu terus kita tingkatkan. Ini terkait dengan dunia usaha, di mana provinsi Gorontalo usaha yang berkembang ini masih didominasi oleh sisi pertanian.
Ini terus akan berkembang karena potensi Gorontalo cukup besar. Insaallah kita akan berharap di masa akan datang peluang anak-anak kita di sektor-sektor formal ini semakin tinggi.
Tetapi ini perlu upaya dari semua. Bukan hanya pemerintah tapi juga harus melibatkan teman-teman di dunia usaha.
Yang ketiga kami sampaikan kepada bapak ibu sekalian, dari sisi stunting kita sebagaimana rilis terakhir dari 26,8 persen ini malah naik berdasarkan survei kesehatan Indonesia terakhir 2023.
Kami pada saat menjabat pertama kali di Gorontalo, saya mencari data. Karena 22 persen itu cukup tinggi. Saya tanyakan ada tidak datanya by name by addres. Ternyata itu tidak punya data.
Yang ada data by name by address itu hanya sekitar lima ribu lebih. Jika kita persentasekan itu di bawah 10 persen dari keseluruhan 62 atau 63 ribu anak balita di Provinsi Gorontalo.
Nah ini, publikasi terakhir malah naik. Nah, ini masih jadi PR apa yang menyebabkan stunting ini naik. Padahal bukan hanya Provinsi Gorontalo yang punya program untuk penurunan angka stunting.
Provinsi, kota, kabupaten, ada desa, ada pak danrem, ini pak danrem sama-sama dengan kami turun bersama ibu-ibu PKK turun ke desa memberikan makanan tambahan dan lain-lain. Termasuk jajaran pak kapolda di kecamatan ini turut terlibat. Semua. Tetapi inilah angka yang terakhir dipublikasi oleh Kementerian Kesehatan. Kita naik 3,1 persen kalau saya tidak salah.
Disamping indikator-indikator yang masih jadi PR, ada satu optimisme bagi kita di Gorontalo, karena potensi sumber daya alam, sumber daya manusia ke depan. SDM dan SDA terkelola dengan baik.
Beberapa hari terakhir, kami diskusi baik dengan forkopimda provinsi dengan teman-teman yang peduli terhadap perkembangan Gorontalo ke depan. Ini juga berbicara potensi untuk kemajuan Gorontalo.
Kalau dikatakan tadi usia Kota Gorontalo itu sudah 300 tahun. Provinsi baru 23 tahun baru mau masuk 24 tahun. Semoga di usia 30 tahun, sebagaimana tema di belakang, Gorontalo dengan pemimpin nanti yang baru ini bisa mencapai indikator-indikator yang lebih baik."
Wali Kota Gorontalo
Q: Ini bapak sudah dua kali memimpin Kota Gorontalo. Tadi sudah ada beberapa catatan dari bapak Ismail. Barangkali bapak bisa cerita ini, progres kita dan ini sudah memasuki abad ketiga ini, Bapak perlu catatan ini, silakan.
A: Tepat tanggal 19 kemarin Kota Gorontalo itu berusia 296 tahun. Usia kota dalam format sebagai suatu kawasan wilayah. Tapi kalau diukur dari ditetapkannya Kota Gorontalo, mulai dari Kota Praja, kemudian Kota Madya, dan sekarang menjadi kota itu baru berusia sekitar 63 tahun sebenarnya. Tahun 1960-an ditetapkan.
Nah, apa yang menjadi pekerjaan rumah dari kita semua.
Saya ini hampir satu dasawarsa memimpin kota. Jadi sudah hampir 10 tahun.
Apa yang disampaikan pak gubernur itu adalah pekerjaan rumah kita semua.
Apa yang saya lakukan di Kota Gorontalo? Kota Gorontalo sebagai pusat pemerintahan, pusat pelayanan masyarakat, pusat layanan pendidikan, layanan kesehatan, pusat aktivitas ekonomi, harus memberi nilai tambah kepada provinsi sebagai wilayah daerah otonom provinsi. Sebagai ibu kota kita adalah komandannya sebenarnya di sini. Oleh karena itu harus terbaik dari semua.
Angka kemiskinan tadi disebut oleh pak gubernur, kalau di provinsi itu angka rata-rata kemiskinannya 15,53 persen. Kalau kota itu 5,67 persen. Kalau lima tertinggi dari nasional, Kota Gorontalo itu lima terendah nasional.
Stunting itu tahun 2022 itu pada angka 26,5 persen. Pada tahun 2023 saya bisa menurunkan 7,4 persen menjadi 19,1 persen. Tahun 2024 ini itu target di bawah 14 persen. Dan itu bisa tercapai, sesuai dengan SSGI, survei dari status gizi Indonesia yang selalu survei setiap tahun tentang perkembangan stunting Indonesia.
Demikian pula angka pengangguran karena saya mempunyai balai latihan kerja yang mampu memberikan kontribusi penting terhadap keterampilan tenaga-tenaga kerja.
Kenapa tenaga kerja itu kurang diserap padahal lapangan kerja tersedia? Karena kita masih kurang keahlian. Kita tidak bisa mengandalkan lulusan SMA itu langsung bekerja di bengkel-bengkel profesional, gak boleh. Makanya harus dilatih, dididik dia. Jadi angka pengangguran tinggi.
Dan kemajuan suatu daerah sesuai data bank dunia, Kota Gorontalo itu punya Human Development Indeks pada angka 78,42 skala poin. Ini adalah tertinggi yang tidak bisa kita kalahkan DKI Jakarta. Dan merupakan angka tertinggi dari rat-rata provinsi.
Dan ini menunjukkan bahwa IPM ditentukan oleh tiga sektor yang menjadi pemicu, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Artinya, pertumbuhan ekonomi makin membaik. Pengelolaan pendidikan, layanan kesehatan, angka harapan hidup, dan lama sekolah, serta tingkat pendidikan kita ini semakin baik. Sehingga menujukkan IPM kita pada angka tertinggi.
Yang ketiga tentunya yang perlu kita persiapkan Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi harus menjadi pusat pertumbuhan pengembangan di kawasan provinsi Gorontalo.
Walaupun Kota Gorontalo ini hanya mengandalkan sektor jasa dan perdagangan. Kita ini hanya digerakkan dua sektor itu.
Tadi pak gubernur mengatakan perekonomian Gorontalo lebih banyak digerakkan oleh sektor pertanian. Karena didukung oleh daerah-daerah pertanian, perkebunan, dan perikanan yang di luar Kota Gorontalo.
Tapi kita daerah sektor jasa dan perdagangan. Ini yang harus kita pacu sehingga sebagai salah satu daerah yang menjadi pusat pertumbuhan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.
Dengan adanya IKN, sebenarnya ini sangat strategis bagi pertumbuhan Gorontalo.
Karena Gorontalo ini ada empat hal yang menjadi perhatian kita. Angka kemiskinan, kemudian IPM rendah, kemudian skala industri itu masih skala kecil. Padahal kita adalah daerah pertanian.
Harusnya hasil-hasil pertanian kita ini harus diolah sehingga dia bisa menjadi barang setengah jadi dan barang jadi.
Sehingga punya value edite dan mampu menyerap tenaga kerja sehingga bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi dan memperbesar tingkat kontribusi sektor industri pada PDRB kita. Itu yang disebut bapak presiden hilirisasi.
Hilirisasi itu sangat penting. Hilirisasi bukan hanya di Jakarta atau di daerah-daerah tambang atau di daerah-daerah industri.
Tetapi di Gorontalo juga. Karena hilirisasi pertanian ini penting. Kita adalah produsen jagung terbesar dan terkenal di tanah air. Tapi mana pabrik pakan ternak di sini? Nggak ada. Pabrik hilirisasi tentang jagung nggak ada.
Kita kirim jagung dalam bentuk jagung pipilan, bahan baku. Jadi tenaga tidak ada yang terserap, barang kita diambil dengan harga murah. Sehingga tidak ada nilai tambah bagi para petani. Sampai kapanpun nilai tukar petani pasti dalam kondisi rendah.
Karena nilai ekonomi dari hasil-hasil diproduksi petani masih berada di bawah. Diambil oleh pedagang perantara. Sekarang ini kalau tidak salah Rp3 ribu jagung pipilan kering, 17 persen kadar air.
Kepala Perwakilan BI di Gorontalo
Q: Sebagai orang perwakilan BI di Gorontalo, mohon pencerahan kepada kita semua mengenai kondisi perekonomian di wilayah Gorontalo. Dan kira-kira apa yang bisa kita lakukan ke depan supaya Gorontalo bisa menjadi wilayah yang tidak kalah dengan wilayah lain?
A: Kalau berdasarkan data statistik, tadi sudah disampaikan untuk struktur perekonomian itu didominasi oleh pertanian, dalam hal ini jagung yang menjadi andalan ekspor sejauh ini.
Namun belakangan ini sudah ada yang namanya kalau kita katakan semacam alat pembakaran. Jadi itu diekspor ke Korea Selatan, ke Jepang.
Itu prospektif karena itu bisa menggantikan batu bara. Dan kalau melihat komposisinya nilai ekspornya sekarang sudah mulai imbang.
Itu juga dihasilkan oleh salah satu investor yang memang bergerak di bidang itu. Nah, di saat itu kami melihat kalau kondisi sekarang kan 4,50 pertumbuhan di provinsi, di mana ini ditopang paling besar Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.
Di samping itu, sebetulnya diharapkan ke depan untuk industri perdagangan lebih ditingkatkan.
Dan ini sejalan dengan mulainya investor tertarik untuk berinvestasi di Provinsi Gorontalo. Antara lain misalnya pengolahan kelapa, kemudian berikutnya pisang.
Kemudian pariwisata. Kalau kita lihat keonektivitas sekarang ada bandara di Pohuwato. Itu diharapkan menjadi akses yang lebih mudah bagi wisatawan. Misalnya dari Tiongkok mereka melanjutkan ke Gorontalo melalui Pohuwato. Sudah ada pesawat perintis.
Apalagi kami juga mendengar dari pemprov sedang dijajaki ada pesawat dari Manado ke Gorontalo.
Ini tentu akan memberikan harapan lebih besar, yang sejauh ini bertumpuk pada sektor pertanian, dan tadi juga ada perdagangan dan sebagainya, nanti pariwisata bisa mendukung kondisi perekonomian ke depan.
Harapan yang sekarang di bawah kondisi perekonomian sebelum masa pandemi atau lebih meningkat lagi.
Q: Apa saran bapak supaya investor itu tertarik untuk masuk ke Gorontalo?
A: Tentu yang pertama adalah kita lihat dari aksesibilitas. Karena biasanya pengalaman kami waktu di Jawa Tengah walaupun di situ sudah ada kawasan industri, mereka menyanyakan berapa lama jauhnya ke pelabuhan? Berapa lama ke bandara?
Karena itu kan akan menghitung cost juga. Karena semua berbicara mengenai bisnis ekonomi gitu ya.
Nah, nanti ini dengan sudah adanya pelabuhan Anggrek itu diharapkan menjadi salah satu alternatif selain pelabuhan di Kota Gorontalo.
Di sana kan dimungkinkan tidak hanya mengantarkan komoditas barang yang diekspor, tetapi di situ dimungkinkan didirikan pabrik pengolahan seperti yang saya sampaikan tadi.
Di samping itu juga bisa diintegrasikan dengan kawasan pariwisata sebagaimana di tempat lain di Sulawesi Utara misalnya.
Karena menuju ekonomi khusus kan tidak mudah. Untuk sementara yang paling realistis adalah kawasan industri yang nanti ditopang kawasan-kawasan sekitarnya termasuk untuk pertanian.
Tadi juga disebutkan oleh pak wali mengenai hilirisasi. Ini juga sangat baik. Karena kita bukan provinsi tambang.
Sehingga kita bicara apa yang kita bisa lakukan dari sektor pertanian ini. Salah satunya hilirisasi yang dilakukan UMKM, walaupun sementara ini belum sampai ke tahap industri tapi rumahan.
Jadi dari berbagai olahan pangan, misalnya dari jagung. Itu bisa bernilai tambah kalau dibuatkan camilan-camilan yang itu bisa dijadikan sama dengan oleh-oleh orang wisatawan.
Kemudian yang kedua juga dari beras atau gula. Di sini kan banyak sekali produksi gula aren. Atau dari kopi. Itu memungkinkan untuk diekspor.
Dari sudut lain misalnya kelapa, dari pisang, sebenarnya banyak hal yang bisa lakukan. Sebagai itu pak dubes Pakistan itu memasarkan melalui instagram beliau, bagaimana camilan Gorontalo ini sebetulnya selain memang enak dirasakan tetapi kualitasnya baik.
Nah, dengan UMKM-UMKM tadi kita tahu bahwa banyak pekerja yang 90 persen bergerak di UMKM.
Ini bisa menjadi salah satu pendukung juga bagaimana kita bisa bertumbuh. UMKM yang sudah bersetifikat halal ini memungkinkan untuk diekspor.
Kapolda Gorontalo
Q: Belajar dari pengalaman pemilu 2014 kemarin, tentu kita ingin Gorontalo ini adem. Dan apa yang akan dan telah dilakukan jajaran Polda Gorontalo untuk menciptakan situasi adem?
A: Ya, tentu kita tidak bisa melupakan pemilu, itu sangat berharga sekali untuk ke depan. Karena kita ketahui untuk pengamanan pilkada ini antar tokoh-tokoh yang ada di wilayah. Ini kisruhnya lebih kental sekali nanti. Ini alhamdulillah dari pengalaman kami di pemilu kemarin, kami mencoba untuk mengidentifikasi apa yang menjadi permasalahan. Mudah-mudahan 2024 nanti pada saat pilkada 2024 itu bisa damai, lancar. So far so good.
Pangdam XIII Merdeka
Q: "Untuk memberikan suatu evaluasi mengenai keamanan setelah pemilu kemarin Ok, lalu kita menjadi proses pilkada tentu ada dinamika di sini.
A: Sebetulnya nggak pas juga kalau saya. Karena sebetulnya saya baru satu minggu di Pangdam XIII Merdeka yang salah satu wilayahnya adalah Provinsi Gorontalo. Namun sejauh yang saya terima selama ini dari satuan saya termasuk pak Danrem, di mana kondisi Gorontalo sudah sangat sejuk. Sudah ada operasi rekan-rekan kepolisian kemudian Korem juga ikut membantu. Sehingga suasana ketika pilpres kemarin juga sudah aman, kondusif sampai tadi malam. Mungkin dibandingkan dengan Jakarta tentu beda banget. Dan itu wajib kita pelihara sampai pilkada nanti.
Komandan Korem (Danrem) 133 Nani Wartabone
A: Kami mengevaluasi dan berkaca dari pelaksanaan pilpres dan pileg pada bulan lalu, bahwa di wilayah Gorontalo secara umum aman. Walaupun mungkin ada sedikit protes-protes tetapi masih bisa diselesaikan oleh bawaslu dan kepolisian.
Dari situ kita nanti akan memetakan mana-mana yang rawan. Karena untuk pilkada ini mungkin lebih seru dan lebih hangat. Karena ini untuk pemilihan untuk menentukan Goorontalo ke depan.
Oleh karena itu, kami beserta dan kepolisian, unsur-unsur terkait, termasuk dengan media dari TribunGorontalo.com. Karena itu Mata Lokal Menjangkau Indonesia, supaya berita-berita ini supaya memberikan kesejukkan kepada masyarakat semua.
Bahwa nanti pilkada yang bulan November yang kita laksanakan harus aman, damai, tenteram, dan nyaman. Sehingga kita semua dapat melakukan aktivitas ekonomi, kegiatan bisnis dan sebagainya supaya juga tetap aman.
Direktur Universitas Terbuka
Q: Tadi kan kita bicara soal masa depan Gorontalo ini tergantung pada pendidikan. Dan Universitas Terbuka ini saya kira suatu institusi luar biasa untuk menarik orang supaya mau belajar meskipun dari jarak jauh. Saya ingin dapat cerita dari Mas, anemo warga Gorontalo untuk menambah ilmu meskipun tidak bertatap muka.
A: Universitas Terbuka memang dari lahirnya jadi bukan bertransformasi, yang mana sistemnya itu memberikan akses kepada seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meningkatkan kecerdasan masyarakat.
Jadi banyak yang mungkin belum merasakan pendidikan atau lulusan SMA itu rata-rata tidak semua langsung lanjut kuliah.
Ada yang mau bekerja, bahkan ada yang mau membantu orang tuanya. Bahkan yang jauh dari akses pendidikan yang tatap muka itu pasti berpikir kalau mau meninggalkan kampungnya.
Nah, salah satu pemerintah menerapkan Universitas Terbuka supaya hal-hal ini itu bisa tercover merasakan yang namanya pendidikan tinggi.
Apalagi pemerintah sudah memikirkan jauh-jauh hal itu. Terkait pendidikan yang menggunakan IT, UT senantiasa bertransformasi.
Karena salah satu ciri dan syarat untuk menjadi pendidikan sistem jarak jauh yaitu memanfaatkan teknologi informasi. Salah satunya internet.
Kita punya sistem-sistem pembelanjaran yang tidak mengharuskan tatap muka antara mahasiswa dan dosen.
Sistem ini diakomodir dengan aplikasi, pembelajarannya langsung tapi lokasinya berbeda-beda.
Makanya salah satu slogan "Kuliah sambil kerja, atau sambil kerja sambil kuliah, No Problem".
Makanya kita juga Universitas Terbuka sangat antusias bermitra dengan TribunGorontalo.com. Karena di pusat pun bermitra. Seluruh wilayah yang ada di UT daerah mulai dari Aceh sampai Jayapura kita bermitra dengan daerah.
Karena UT prinsipnya adalah kolaborasi. Jadi kita sama-sama maju. Terutama kolaborasi dengan media. Sehingga masyarakat bisa mengetahui informasinya mungkin lewat TribunGorontalo.com.
Jadi jumlah mahasiswa di Gorontalo per hari ini itu sekitar 2.300 mahasiswa. Ini berbagai latar belakang. Ada yang sudah bekerja, ada yang wiraswasta, ASN, polri, tentara. Dan mereka dengan kesadarannya mau mengembangkan kompetensinya melalui Universitas Terbuka.
Wali Kota Gorontalo
Q: Bapak kan sudah satu dasawarsa, nanti pilkada ke depan bapak mau meningkatkan pengabdian di wilayah ini nggak pak?
A: "Jadi begini, kalau kita ingin naik kelas, kita harus belajar. Dan naik kelas itu harus nilai raportnya bagus. Kalau nilai raport merah sulit kita untuk naik kelas. Jadi saya mau lihat, nanti kalau nilai raport saya bagus, saya ingin naik kelas, begitu.
Q: Jadi ini bapak ceritanya masih ingin naik kelas?
A: Tapi ini kondisi yang dihadapi ini memang persaingan sangat ketat. Beda pilpres, pilgub, pilbup, atau pilwako.
Kenapa? Karena orang-orang lokal dia terlalu pusing kalau siapa presidennya. Itu nasional jangkauannya jauh.
Tapi siapa yang jadi wali kota, siapa jadi bupati, siapa jadi gubernur, dia punya kepentingannya sangat tinggi terhadap itu. Mungkin dia ingin jadi tim suksesnya atau dia punya kepentingan-kepentingan lain terkait dengan usahanya, kariernya, dan sebagainya. Jadi memang di lokal lebih ketat persaingannya ketimbang pileg atau pilrpres. Paling kalau di sini elit-elitnya saja itu. Kalau sudah pilgub, pilbup, pilwako itu sampai akar rumput itu pasti sangat antusias dan memang terlibat langsung.
Kepala Perwakilan BI Gorontalo
Q: Apa yang pak Dian sarankan supaya inflasi di Gorontalo bisa terjaga.
A: Jadi kalau melihat kondisi saat ini dengan adanya tambahan satu indeks harga konsumen yaitu Kabupaten Gorontalo. Kalau sebelumnya hanya Kota Gorontalo, itu kemudian kita hitung inflasi provinsi untuk Januari, Februari ini relatif terkendali karena masih di bawah dua. Tapi dengan adanya Kabupaten Gorontalo, dengan adanya Kabupaten Gorontalo dihitung jadi naik.
Sehingga untuk itu perlu strategi baru. Bagaimana kemunculan satu kota IHK itu bukan hanya memperhatikan Kota Gorontalo, tapi juga kebijakan TPID juga memperhatikan Kabupaten Gorontalo.
Sebagai contoh kami bersama pak Pj Gubernur Gorontalo dan pak Bupati Gorontalo meninjau langsung pasar. Dalam rangka melihat efektifitas dari subsidi harga yang sudah diterapkan. Termasuk juga OGPM yang diterapkan oleh Bulog.
Karena di sini kondisi minyak goreng, telur itu agak naik. Tapi harga-harga beras dengan adanya subsidi tersebut itu diharapkan bisa menahan harga untuk naik.
Sementara untuk lain, cabai rawit kami perhatikan cukup tersedia stoknya. Bawang merah juga cukup, bawang putih hanya sedikit yang perlu diperhatikan.
Kami mengimbau kepada masyarakat di bulan ramadan ini untuk belanja secara bijak. Artinya belanjalah sesuai kebutuhan. Tidak perlu panik memborong berat karena itu tidak ada manfaatnya.
Kedua manfaatkan beras yang tersedia saat ini. Mungkin sebagian dari kita masih mencari premium. Sehingga kami biasa mencampur nasi sama jagung. Nah, itu yang kita imbau kepada masyarakat. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.