Berita Ekonomi
Warga Boalemo Gorontalo Menjerit, Harga Gas Elpiji 3 Kg Tembus Rp40 Ribu
Memasuki minggu ke dua ramadan, penggunaan gas elpiji tiga kg makin meningkat.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Memasuki minggu ke dua ramadan, penggunaan gas elpiji tiga kg makin meningkat.
Rata-rata gas elpiji diburu pengusaha UMKM dan ibu rumah tangga. Akibatnya harga elpiji 3 kg pun makin mahal..
"Harga gas elpiji tiga kg makin hari makin naik," kata Irma Sunge, penjual takjil di Boalemo kepada TribunGorontalo.com, Rabu (20/3/2024).
Menurutnya harga gas elpiji di pengecer mencapai Rp40 ribu untuk ukuran 3 kg.
"Harga gas di pangkalan sudah mahal. Ditambah lagi di penjual biasa itu sampai harga Rp40 ribu," tambahnya.
Sementara harga di pangkalan sudah mencapai Rp20 ribu.
"Harga di pangkalan Rp 20 ribu dan cepat habis, jadi terpaksa membeli di tempat lain," tambahnya.
Kenaikan harga gas elpiji dibenarkan Handriyadi, Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten Boalemo.
"Jadi untuk Kabupaten Boalemo, di minggu pertama puasa ramadan memang terjadi kenaikan yakni 11,4 persen," ungkapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: 30 Orang Terjaring Razia di Pohuwato Gorontalo, Ada Anak di Bawah Umur
Handriyadi menambahkan, peningkatan harga disebabkan permintaan pasar.
"Peningkatan harga ini karena permintaan dari masyarakat sangat banyak, mengakibatkan simpanan gas sisa mulai menipis," tuturnya.
Terakhir ia menghumbau kepada masyarakat untuk tidak menjual gas elpiji dengan harga tinggi.
"Saya menghimbau kepada oknum masyarakat yang menjual gas dengan harga tinggi, untuk menurunkan harganya, kasihan para pengusaha UMKM kesusahan untuk mendapatkan gas murah," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Harga-gas-elpiji-meningkat-seiring-permintaan-pasar-di-Kabupaten-Boalemo.jpg)