Pemkot Gorontalo

Sejarah Singkat Lahirnya Kota Gorontalo

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid menjelaskan sejarah singkat mengenai lahirnya Kota Gorontalo.

|
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/ANDIKAMACHMUD
Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid menjelaskan sejarah singkat mengenai lahirnya Kota Gorontalo. 

Namun Marten optimis akan lebih baik daripada tahun 2022.

Keenam adalah Kota Gorontalo kembali mendapatkan predikat opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun 2023.

WTP diketahui adalah opini audit yang diterbitkan jika laporan keuangan memberikan informasi yang bebas dari salah saji material.

Hal ini adalah kesembilan kalinya secara berturut-turut yang didapatkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo.

Marten menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang bersama-sama dapat mempertahankan opini WTP untuk mewujudkan transparansi pemerintahan

"Apresiasi juga saya ucapkan kepada seluruh perangkat daerah yang bersama-sama mempertahankan opini WTP," tutur Marten

Wali Kota Sampaikan Tantangan dan Pekerjaan Rumah untuk kota Gorontalo

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo dalam rangka HUT ke-296 Kota Gorontalo, pada Selasa 19 Maret 2024
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo dalam rangka HUT ke-296 Kota Gorontalo, pada Selasa 19 Maret 2024 (TRIBUNGORONTALO/ANDIKAMACHMUD)

Marten Taha menjelaskan kepada DPRD Kota Gorontalo dan masyarakat mengenai tantangan dan pekerjaan rumah (PR) untuk Kota Gorontalo.

Pada kegiatan Rapat Paripurna DPRD kota Gorontalo dalam rangka HUT ke-296 Kota Gorontalo, marten menyampaikan beberapa hal yang perlu dituntaskan bersama baik pemerintah maupun masyarakat.

Pekerjaan rumah yang pertama yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Gorontalo per Desember 2023 sebesar 4,06 persen.

Angka ini diketahui lebih tinggi 0,56 persen dibandingkan capaian di tahun 2022 yang sebesar 3.5 persen.

Marten mengaku jika kenaikan TPT ini disebabkan oleh sejumlah lapangan pekerjaan yang belum mampu menyerap angkatan kerja yang telah ada.

Padahal, jumlah angkatan kerja naik menjadi 103.116 jiwa, sedangkan yang terserap (bekerja) adalah sebanyak 98.930 jiwa.

Hal ini menyisakan sekitar 4.186 jiwa yang saat ini masih menjadi pengangguran.

Kedua adalah penyelesaian program infrastruktur strategis daerah melalui pendanaan PEN.

ketiga adalah penanganan sampah dan banjir yang disebabkan karena luapan air yang berasal dari saluran.

Hal ini, ungkap Marten, karena Kota Gorontalo merupakan wajah dan Ibu Kota Provinsi yang kegiatan perekonomiannya berpusat pada perdagangan dan jasa.

Oleh karena itu, iklim dan lingkungan investasi harus stabil dan bebas dari sampah dan banjir yang merupakan menjadi prioritas masalah utama.

Keempat adalah untuk mensukseskan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Diketahui Pilkada akan berlangsung serentak pada bulan November 2024.

Marten mengajak seluruh masyarakat untuk membuat Kota Gorontalo sebagai wilayah yang kondusif dalam proses penentuan kepemimpinan.

"Saya mengajak pimpinan DPRD, pimpinan partai politik, KPU, Bawaslu dan unsur penopang penyelenggaraan lainnya untuk menjaga integritas dan fairness.

Kelima adalah khusus jajaran pemerintah Kota Gorontalo dan mitra pemerintahan yaitu DPRD Kota Gorontalo dan stakeholder yaitu dunia usaha, pimpinan perguruan tinggi dan cendekiawan untuk tetap solid mencapai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Tetap rapatkan barisan untuk mencapai target kualitatif dan kuantitatif sebagaimana RPJMD yang telah kita rancang dan sepakati bersama," ungkapnya.

Keenam adalah tetap menjadikan Kota Gorontalo menjadi daerah yang nyaman, aman, dan kondusif.

"Secara khusus untuk kira semua untuk tetap menjadikan daerah Kota Gorontalo yang aman dan kondusif," jelasnya.

Untuk ASN di jajaran pemerintahan, lanjut Marten, agar selalu mengingat pentingnya merancang program dan kegiatan serta keuangan daerah secara baik.

"Kuatnya perencanaan, keuangan daerah dan penganggaran yang baik adalah kunci suksesnya pencapaian program pemerintah," ungkapnya.

Enam hal tersebut, menurut Marten, adalah hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

"Kami yakin dan percaya kota Gorontalo kedepannya akan menjadi kota yang cemerlang, tidak hanya di Provinsi Gorontalo, tapi di seluruh kawasan timur Indonesia," tutur Marten.

Wali Kota dua periode ini menyebut jika tantangan akan lebih sulit untuk kedepannya.

Menurutnya pemimpin harus memiliki kepercayaan publik karena hal tersebut adalah faktor penentu berjalan atau tidaknya suatu kebijakan.

Selain itu, pemimpin membutuhkan dukungan dan kerja sama oleh semua pihak.

Marten berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya untuk bekerja menjalankan pemerintahan.

"Terima kasih kepada seluruh pimpinan perangkat daerah, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemimpin adat, guru, tenaga kesehatan, awak media, partai politik, politisi, aparat pemerintah, jajaran TNI dan Polri," ucap Marten.(*/Adv) 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved