Kusir Bendi Gorontalo Menjerit Sepi Penumpang di Bulan Ramadan

Rison Bau (68), seorang kusir bendi senior, mengungkapkan bahwa Ramadan tahun-tahun sebelumnya merupakan puncak pendapatan mereka. Namun, tahun ini be

Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Fernandes
Seorang kusir bendi Gorontalo ditemui, Sabtu (16/3/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ramadan tahun ini terasa pahit bagi para kusir bendi di Kota Gorontalo.

Mereka harus menelan kenyataan pahit dengan sepinya penumpang, bahkan di bulan yang biasanya ramai.

Rison Bau (68), seorang kusir bendi senior, mengungkapkan bahwa Ramadan tahun-tahun sebelumnya merupakan puncak pendapatan mereka. Namun, tahun ini berbeda.

"Ramadan sebelum-sebelumnya ramai sekali, kalau sekarang tidak lagi. Kemarin sampai tidak ada penumpang," keluh Rison kepada TribunGorontalo.com.

Persaingan dengan transportasi modern seperti bentor dan ojek online menjadi salah satu faktor utama penyebab sepinya penumpang bendi.

Ditambah lagi dengan kurangnya minat warga untuk keluar rumah di bulan Ramadan.

"Mau bagaimana lagi, sudah begini juga perkembangan zaman," ungkap Rison pasrah.

Senada dengan Rison, Alif Karnain (21), kusir bendi muda, juga merasakan hal yang sama.

Ia bahkan tidak mendapatkan satupun penumpang dua hari sebelumnya (14/3/2024).

"Mangkal dari jam 3 sore sampai setengah 6, sebelum magrib," kata Alif.

Meskipun kondisi bendi saat ini begitu sulit, Alif tetap semangat menjalani pekerjaannya karena ia memang hobi mengendarai kuda. Ia bahkan hafal beberapa jenis-jenis kuda.

"Baru beberapa bulan ini bekerja jadi kusir bendi, kalah Om Rison yang lebih senior," tandas Alif.

Di tengah gempuran transportasi modern, bendi di Gorontalo kini hanya menjadi kenangan dan pilihan untuk memenuhi keinginan, bukan lagi sebagai transportasi utama.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved