Pemkot Gorontalo
Sekda Kota Gorontalo Buka Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kota Gorontalo
Selain itu, telah ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang merupakan payung hukum bagi Strategi
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1432024_Sekda-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid membuka rapat koordinasi percepatan penurunan stunting dirangkaikan dengan Rembuk Stunting Kota Gorontalo, Kamis (14/02/2024).
Ismail mengungkapkan bahwa penurunan stunting merupakan komitmen dari Pemerintah Kota Gorontalo.
Selain itu, telah ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang merupakan payung hukum bagi Strategi Nasional (Stranas) di Indonesia.
Dengan adanya Perpres tersebut, memperkuat langkah yang harus diambil pemerintah dalam pelaksanaan percepatan stunting.
Baca juga: Marten Taha Puji Komitmen Baznas Bantu Rakyat dan Pemkot Gorontalo
"Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024," ungkapnya.
Ismail mengungkap jika stunting merupakan fokus utama pemerintah terutama dalam konteks kesehatan.
Semua sektor, ungkap Ismail, memiliki peran penting dalam membantu pemerintah serta mendorong keluarga untuk mengatasi risiko stunting.
"Bahwa target penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen harus dapat dicapai pada akhir tahun 2024," jelasnya.
Menurutnya, dampak stunting bukan dalam hal fisik saja, melainkan mempengaruhi kesehatan dan kemampuan berpikir.
"Yang paling berbahaya adalah nanti rendah kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental dan munculnya penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak," jelasnya.
Ismail yakin jika semua pihak dapat bekerja sama dalam mempercepat penurunan angka stunting, maka target tersebut dapat dicapai.
Baca juga: Pemkot Gorontalo Bersaing dengan 514 Kabupaten dan Kota Demi Piala Adipura 2023
Selain itu, lanjut Ismail, pihak swasta juga diharapkan dapat dilibatkan dalam upaya penurunan stunting di Kota Gorontalo.
Ismail menekankan pada pentingnya asupan gizi yang diberikan kepada ibu hamil dan juga bayi.
"Kami meminta jajaran Dinas Kesehatan untuk dapat memberi makanan tinggi protein bagi ibu hamil dan bayi melalui puskesmas dan posyandu," ungkapnya.
Pun, ismail menekankan jika perlunya penyuluhan dan pemberian edukasi masyarakat mengenai makanan dan gizi untuk anak.
Penurunan stunting, ungkap Ismail, perlu dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan anak.
Ismail berharap adanya rapat koordinasi sebagai proses kerja sama untuk berdiskusi agar terlaksananya penurunan stunting di Kota Gorontalo.
Rapat Koordinasi ini, ungkap Ismail, untuk menyusun rencana kerja bagi kecamatan dan kelurahan.
Dalam upaya penanganan anak yang bermasalah gizi, lanjut ismail, dapat dilakukan dua intervensi.
Pertama, intervensi gizi spesifik untuk mengetahui penyebab langsung, dan yang kedua untuk mengatasi penyebab tidak langsung.
Ismail dalam akhir pidatonya berharap jika kolaborasi semua pihak dapat terus menurunkan angka stunting di Kota Gorontalo sampai akhir 2024.(*) ADV
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.