Malaria Gorontalo

BREAKING NEWS Pasien Malaria di Kota Gorontalo Meninggal

Harson Ahudulu, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo mengatakan empat pasien tersebut bukanlah berasal dari Kota Gorontalo.

|
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
FreePIC
ILUSTRASI -- Sebanyak 4 orang di Kota Gorontalo meninggal karena kasus Malaria. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang pasien Malaria di Kota Gorontalo dinyatakan meninggal.

Harson Ahudulu, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo mengatakan pasien tersebut bukanlah berasal dari Kota Gorontalo.

"Berasal dari Papua, pekerjaannya adalah peneliti," ujarnya kepada TribunGorontalo.com. Kamis (7/3/2024).

Memang di Kota Gorontalo saat ini sedang mengalami musim ekstrem maka nyamuk anopheles dapat berkembang lebih cepat di area yang kotor dan penuh genangan.

Harson mengatakan, walaupun pasien Malaria di Kota Gorontalo tidak ada, namun tempat penyebaran nyamuk Malaria ada di Kota Gorontalo.

Wilayah tersebut yakni wilayah Kecamatan Kota Utara dan Kota Timur.

"Di sana area persawahannya cukup luas," lanjutnya.

Jika ditelusuri hubungan antara sawah dan nyamuk anopheles ada pada tempat perkembangbiakan nyamuk tersebut.

Nyamuk lebih menyukai tempat bertelur di wilayah yang banyak genangan airnya.

Obat Malaria

Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) buat obat pembasmi nyamuk Malaria dari daun keji beling.

Tumbuhan dengan nama latin Stobilanthes crispa ini biasanya ditanam oleh masyarakat sebagai pagar alam. Sebab sifatnya mudah tumbuh. 

Biasanya, tanaman ini digunakan masyarakat sebagai bahan obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti diabetes melitus, antilitik, pencahar, antikanker dan sebagai agen deuretik.

Tanpa disadari oleh masyarakat, tanaman ini juga berkhasiat untuk membasmi nyamuk Anopheles Aconitus pembawa penyakit Malaria.

"Masyarakat belum mengetahui manfaat dari tanaman keji beling yang dapat digunakan sebagai insektisida nyamuk anopheles aconitus," tulis Rifka Cahyani Lasulika, Alumni UNG tahun 2020 dalam skripsinya 'Uji Efektivitas Perasab Daun Keji Beling Terhadap Kematian Nyamuk Anopheles".

Adanya senyawa aktif seperti alkaloid, saponim dan flavanoid dari tanaman keji beling ini yang dapat mematikan nyamuk tersebut.

Senyawa saponim bisa membuat nyamuk lumpuh pada alat pernapasan sehingga nyamuk tidak bisa bernafas dan akhirnya mati.

Senyawa flavonoid juga menjadi racun pernapasan yang dapat menyebabkan kematian pada nyamuk.

Sedangkan senyawa alkanoid dan glikosid juga dapat bertindak sebagai racun perut dan racun kontak.

"Semakin besar kandungan zat aktif tersebut, maka nyamuk akan semakin banyak terpapar dan mengalami kematian semakin banyak," jelasnya.

Rifka meneliti rata-rata tingkat kematian nyamuk sebesar 80 persen dari konsentrasi 45 persen sari air daun keji beling.

Cara membuat larutan daun keji beling ini cukup mudah, pertama daun keji beling dicuci dengan menggunakan air mengalir agar kotoran yang menempel hilang.

Kedua, daun keji beling tersebut dapat di gunting kecil dan dimasukkan ke dalam blender.

Setelah itu, daun keji beling yang sudah diblender diperas dengan menggunakan kain.

Air perasan dari daun keji beling itulah yang dimanfaatkan sebagai obat pembasmi nyamuk malaria.

Selain tanaman keji beling, tanaman jambang juga bisa digunakan sebagai inteksida alami nyamuk anopheles.

Tanaman yang bernama latin syzygium cumini ini dapat dijumpai di pekarangan rumah dan pinggir jalan.

Tanaman ini juga bisa digunakan untuk penyembuhan kencinh manis, diare dan beberapa penyakit lain.

"Masyarakat awam masih belum mengetahui manfaat tanaman tersebut," tulis Yazmin Armin Abdullah, Alumni UNG 2016 dalam skripsinya 'Efektivitas perasan daun jambang sebagai inteksida nabati terhadap kematian nyamuk anopheles aconitus'.

Tanaman jambang ini dapat dimanfaatkan sebagai inteksida alami karena mengandung senyawa penting seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponim, terpenoid dan minyak atsiri.

"Air perasan daun jamblang memiliki senyawa racun," lanjutnya.

Yazmin meneliti rata-rata tingkat kematian nyamuk sebesar 94,8 persen dari konsentrasi 45 persen sari air daun keji beling dengan waktu selama 24 jam.

"Semakin tinggi konsentrasi perasan daun jamblang dengan waktu pengamatan yang semakin lama, maka semakin tinggi pula jumlah kematian nyamuk," jelasnya.

Cara membuat larutan daun jamblang ini cukup mudah, pertama mencuci bersih daun jamblang.

Lalu, daun jamblang yang telah dicuci tadi dikeringkan dan digunting tipis kemudian dimasukkan ke blender untuk dihaluskan.

Selanjutnya, hasil blender dari daun jamblang diperas agat keluar airnya.

Air perasan daun jamblang ini juga yanh digunakan sebagai inteksida alami pembunuh nyamuk malaria.

Rifka dan Yazmin pun berharap kepada instansi terkait untuk dapat mempromosikan dan mengembangkan penggunaan inteksida alami sebagai langkah awal pencegahan dan pemberantasan nyamuk anopheles penyebab malaria.

Selain itu juga dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi instansi terkait dalam program penanggulangan penyakit malaria.(*) 

Catatan Redaksi: Judul dan isi artikel ini telah diubah dari sebelumnya berjudul "4 Pasien Malaria di Kota Gorontalo Meninggal". Redaksi memohon maaf atas kesalahan data sebelumnya.
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved