Minggu, 8 Maret 2026

BPM Gorontalo

Warga Korban Kosmetik TikTok Melapor ke BPOM Gorontalo, Kulit Rusak Melepuh

Menurut Kepala BPOM Gorontalo, Stepanus Simon Sesa, bahwa pelaporan tersebut masuk pada Senin (4/3/2024) siang hari dan pihaknya telah menerimanya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warga Korban Kosmetik TikTok Melapor ke BPOM Gorontalo, Kulit Rusak Melepuh
TribunGorontalo.com/HusnulPuhi
BPOM Gorontalo menerima laporan korban kosmetik. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Laporan korban kosmetik melapor ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo

Menurut Kepala BPOM Gorontalo, Stepanus Simon Sesa, bahwa pelaporan tersebut masuk pada Senin (4/3/2024) siang hari dan pihaknya telah menerimanya.

"Kami akan menindaklanjuti terkait laporan ini sesuai dengan prosedur," ungkapnya.

Namun begitu, karena bentuk pelaporannya masih berstatus dugaan, pihak BPOM masih akan melakukan investigasi lebih mendalam. 

Baca juga: Dua Kapal Ferry Dicek Kelayakannya Jelang Ramadhan Gorontalo 2024

Hal ini untuk mengecek kebenaran dari pelaporan yang masih berstatus dugaan tersebut.

Terkait sanksi yang akan diberikan, pihak BPOM masih akan mendalami kasus tersebut.

Namun, jika terkonfirmasi benar adanya tanpa izin edar, maka BPOM tak segan-segan akan memberikan hukuman setimpal.

"Kalau memang benar, bisa saja ke arah pidana, tapi kami investigasi lebih dulu," ucap Ketua Tim Informasi dan Komunikasi, Muindar.

Baca juga: Mahasiswa Gorontalo Jadikan Lengkuas sebagai Obat Pembunuh Nyamuk DBD

Diberitakan sebelumnya, terdapat empat wanita Gorontalo melaporkan ke BPOM terkait dugaan produk tanpa izin edar yang mereka konsumsi.

Seorang korban menceritakan, bagaimana produk kosmetik yang viral di media sosial itu melepuhkan tubuhnya.

Produk tersebut didapatkannya dari seorang reseller Gorontalo melalui penjualan di video TikTok.

Berdasarkan penjualan di video TikTok, produk hand body itu bisa memutihkan kulit seorang wanita dengan seharian.

Baca juga: Ria Ricis Ngotot Cerai dari Teuku Ryan, Mediasi Damai Gagal Total

Karena tergiur, korban langsung membelinya. Kendati di kemasan produk itu tak tertera cara penggunaan dan komposisi produk.

"Jadi saya belinya ini di salah satu reseller di Gorontalo lewat akun TikTok, dan ternyata produknya menyebabkan gatal-gatal dan panas," ungkap seorang korban berinisial DM.

Ia menjelaskan, bahwa produk tersebut membuat sebagian kulit tubuhnya terkelupas. Mulai dari bagian tangan hingga paha dan kakinya.

Ia juga mengakui, telah menggunakan produk berbahaya itu sebanyak dua kali usai dibelinya lewat akun TikTok reseller.

Baru dua kali dipakai, produk itu langsung melepuhkan kulitnya dan bahkan menyebabkan gatal-gatal serta luka.

"Ini baru dua kali dipakai, siang dan malam. Saat digunakan langsung berefek panas hingga sebagian kulit tubuh saya terkelupas dan gatal bahkan terluka," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved