Isu Pendidikan

Viral Kurikulum Nasional Gantikan Kurikulum Merdeka! Cek Faktanya

Gambar salindia program prioritas Kemendikbudristek 2024 yang beredar luas memicu beragam reaksi dari warganet.

|
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Viral Kurikulum Nasional Gantikan Kurikulum Merdeka! Cek Faktanya
TribunGorontalo.com
Solehin, Ketua Tim Kurikulum SMA Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kabar pergantian kurikulum merdeka menjadi kurikulum nasional sempat menggemparkan media sosial beberapa hari lalu.

Gambar salindia program prioritas Kemendikbudristek 2024 yang beredar luas memicu beragam reaksi dari warganet.

Namun, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) dengan sigap meluruskan informasi tersebut. Alih-alih diganti, kurikulum merdeka akan diresmikan secara nasional.

Sebelumnya, kurikulum merdeka masih menjadi pilihan bagi sekolah-sekolah di Indonesia.

Baca juga: Kisah Rony Pakaya, 19 Tahun Mengasah Kehidupan dari Buah-buahanV

Kini, Kemendikbudristek ingin memperluas jangkauannya dan menjadikan kurikulum ini sebagai acuan pembelajaran di seluruh negeri.

Di Gorontalo sendiri, antusiasme terhadap kurikulum merdeka terbilang tinggi. Dari 71 SMA di provinsi ini, 70 di antaranya telah menerapkannya.

Hanya satu sekolah yang tertinggal karena kendala teknis saat pendaftaran.

Kondisi serupa juga terjadi di jenjang SMK. Dari 59 SMK, hanya satu yang belum menerapkan kurikulum merdeka karena baru didirikan.

Meskipun demikian, bukan berarti perjalanan kurikulum merdeka mulus tanpa hambatan.

Banyak sekolah masih menemui kendala dalam implementasinya, terutama bagi guru-guru senior yang belum terbiasa dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Menyadari hal tersebut, SMAN 1 Suwawa mengambil langkah proaktif dengan mengadakan kelompok belajar bagi guru-guru. Kegiatan ini diadakan setiap sore hari tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 1 Suwawa, Hasna Abdan, mengungkapkan bahwa sekolahnya akan secara penuh menggunakan kurikulum merdeka pada ajaran baru nanti.

Saat ini, beberapa kelas masih menggunakan kurikulum 2013, namun dengan kelulusan angkatan tersebut, kurikulum merdeka akan diberlakukan secara menyeluruh.

Peresmian kurikulum merdeka secara nasional menjadi langkah penting dalam upaya Kemendikbudristek untuk mewujudkan Merdeka Belajar.

Diharapkan, kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mengantarkan generasi muda bangsa menuju masa depan yang lebih gemilang.

"Nanti kalau sudah lulus, terus masuk siswa baru. Maka sekolah kami akan full kurikulum merdeka," tegas Hasna. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved