Sabtu, 7 Maret 2026

Beras Gorontalo

Update Harga Beras di Kota Gorontalo, Jumat 01 Maret 2024 Ada di Angka Rp 18 Ribu per Kg

Pasar Sentral Kota Gorontalo beralamat di Kelurahan Limba U Dua, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Update Harga Beras di Kota Gorontalo, Jumat 01 Maret 2024 Ada di Angka Rp 18 Ribu per Kg
TribunGorontalo.com
Seorang pedagang beras di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jumat (01/3/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Harga beras di Pasar Sentral Kota Gorontalo masih terpantau di angka Rp 18 ribu per kilogram (kg), Jumat (01/3/20240. 

Pasar Sentral Kota Gorontalo beralamat di Kelurahan Limba U Dua, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Jenis beras seperti Chiera dan Pandan Wangi yang biasanya laris, kini sepi pembeli.

Kebanyakan masyarakat beralih membeli beras Bulog yang dijual Rp 10.900 per kg. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Longsor di Jalan Rute Gorontalo Buol, Lalu Lintas Lumpuh, Listrik Mati Total

Selvi Bano seorang pedagang di Pasar Sentral mengaku dalam seminggu bahkan terjadi tiga kali perubahan harga.

"Dalam seminggu ini kenaikan di tempat saya sampai tiga kali," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (01/03/2024).

Perempuan yang sudah lima tahun berjualan tersebut mengaku ia mendapatkan stok beras di harga Rp. 830 ribu per koli (50 kg).

"Ada tiga kali kenaikan dari supplier dari Rp 700-830 ribu," jelasnya.

Ia mengaku tidak ingin menaikkan harga, namun dirinya terpaksa melakukan hal tersebut agar masih mendapatkan keuntungan.

Baca juga: 5 Berita Populer Jumat 1 Maret 2024: Suara Terbanyak DPRD Kota Gorontalo hingga Samsat Razia Pajak

Meski untungnya sedikit, ungkap Selvi, ia merasa tetap bersyukur dengan keadaannya.

Pada awalnya, jelas Selvi, masyarakat sering mengeluh harga berasnya naik. Namun, semakin banyak masyarakat yang terlihat telah mengetahui kenaikan drastis ini.

"Pertama mereka kaget, efeknya itu biasa yang sering beli satu karung, sekarang beli setengah karung beras," jelasnya.

Penyebab harga naik menurutnya adalah kelangkaan beras.

Harga beras di tempat jualannya yaitu sebagai berikut:

  • Beras Pandan Wangi Rp 18 ribu per Kg
  • Chieran Sur Rp 18 ribu per Kg
  • Chieran Rp 17.5 per Kg
  • Cimelati Rp 17.5 per Kg

Selain itu, Selvi mengungkapkan jika barang-barang kebutuhan seperti minyak goreng dan telur per minggu ini juga mengalami kenaikan.

"Telur dan minyak goreng ini dalam satu minggu juga naik bertahap, mungkin karena masuk bulan puasa," ungkapnya.

Minyak goreng yang biasanya hanya Rp 300 ribu per galon, sekarang menjadi Rp 400 ribu per galon.

Selain itu untuk telur dari Rp 48 ribu per bak, sekarang menjadi Rp 50-60 ribu per bak.

Baca juga: BREAKING NEWS: Samsat Kota Gorontalo Razia Pajak Kendaraan, Target 50 Kendaraan Per Hari

Senada dengan hal tersebut, pedagang bernama Rahmawati Anu mengungkap dirinya terdampak akibat kenaikan harga beras.

Sampai saat ini Rahmawati menjual beras dengan harga mulai dari Rp 16 ribu untuk jenis beras Chieran dan Yenti.

Di tempatnya, Rahmawati mengungkap jika ia mulai berjualan beras SPHP.

"Masyarakat mulai beralih ke beras tersebut, misalnya mereka meminta untuk beli lima liter beras SPHP tapi dicampur dengan beras Chieran," jelasnya.

Rahmawati setiap ada pembeli terlihat selalu menjelaskan tentang adanya perbedaan harga beras Chieran, Yenti, dan Pandan Wangi, dengan beras SPHP.

Pun, ia menjelaskan perbedaan kualitas berasnya juga kepada pembeli. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved