Beras Gorontalo
Harga Beras di Kabupaten Gorontalo Melambung Tinggi! Tembus Rp 18 Ribu per Kg
Saat ini, harga beras mencapai Rp 850-900 ribu per koli ukuran 50 kilogram (kg). Harga ini naik hingga Rp 200-250 ribu dari sebelumnya.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sekda-Kota-Gorontalo-Ismail-Madjid-saat-meninjau-harga-beras.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Harga beras di Kabupaten Gorontalo mengalami kenaikan yang signifikan.
Saat ini, harga beras mencapai Rp 850-900 ribu per koli ukuran 50 kilogram (kg). Harga ini naik hingga Rp 200-250 ribu dari sebelumnya.
Artinya, jika beras ini dijual per kg, maka harga di pasaran berkisar Rp 18 ribu per kg.
Kelangkaan beras akibat dampak El-Nino menjadi pemicu utama kenaikan harga ini.
"Kita saat ini kekurangan stok beras. Ini sebagai dampak dari el-nino kemarin," kata Didik Adisaputro, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo.
Didik menjelaskan bahwa seharusnya stok beras dari petani lokal sudah tersedia saat ini.
Namun, akibat paceklik, proses tanam padi baru bisa dilakukan di awal tahun 2024.
"Seperti di Kecamatan Boliyohuto dan Tolanguhula, mereka baru tanam padi, dan kemungkinan tidak bisa untuk persiapan puasa," ulasnya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah melakukan aksi gerakan pangan murah dan operasi pasar di sejumlah titik untuk mengatasi masalah ini.
"Harga beras di pasaran saat ini Rp 15 ribu per liter, kita justru menjualnya dengan harga Rp 10.800 per kilo," rinci Didik.
Gerakan pangan murah ini menjual beras jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) bekerjasama dengan Bulog.
Selain beras, sejumlah komoditas pangan lain seperti minyak goreng dan cabai juga mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan harga menjelang Ramadhan.
Didik menegaskan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan Bulog dan dinas terkait untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Gorontalo.(*)