Rabu, 4 Maret 2026

Beras Gorontalo

Dampak Elnino, Harga Beras di Kabupaten Gorontalo Nyaris Rp1 Juta per Koli

Kelangkaan menjadi penyebab utama naiknya harga beras di Kabupaten Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Dampak Elnino, Harga Beras di Kabupaten Gorontalo Nyaris Rp1 Juta per Koli
TribunGorontalo.com
Beras lokal tengah langka di Kabupaten Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kelangkaan menjadi penyebab utama naiknya harga beras di Kabupaten Gorontalo.

Harga beras di Kabupaten Gorontalo saat ini mencapai Rp900 ribu per koli.

Sebelumnya berdasarkan survei di beberapa pasar, kenaikan itu terjadi berkisar antara Rp 200-250 ribu.

"Kita saat ini kekurangan stok beras. Ini sebagai dampak dari el-nino kemarin," kata Kabid distribusi dan cadangan pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo, Didik Adisaputro, Kamis (29/2/2024).

Didik menyebut saat ini harusnya stok beras dari petani lokal sudah tersedia.

Namun karena paceklik, proses tanam baru bisa dilakukan di awal tahun 2024.

"Seperti yang kita liat di Kecamatan Boliyohuto dan Tolanguhula, mereka baru namam, dan kemungkinan tidak bisa untuk persiapan puasa," ulasnya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan aksi gerakan pangan murah dan operasi pasar di sejumlah titik.

"Harga beras di pasaran saat ini Rp 15.000 per liter, kita justru menjualnya dengan harga Rp 10.800 perilo," rinci Didik.

Baca juga: Petani Gorontalo Keluhkan Sawahnya Gagal Panen Saat Harga Beras Naik

Satu kilo beras sama dengan empat kaleng susu, sementara satu liter beras hanya tiga kaleng susu, sehingga kata Didik, harga yang mereka tawarkan jauh lebih murah.

"Namun kita tidak menjual perkilo, melainkan per lima kilo dengan harga Rp 54.000," tambahnya.

Gerakan pangan murah menjual beras jenis SPHP, bekerjasama dengan bulog.

Selain beras, jelang ramadhan sejumlah komoditas pangan terpantau mulai memperlihatkan tanda-tanda kenaikan harga.

"Misalnya minyak goreng yang awalnya Rp 14.000, kini sudah ada yang Rp 20.000. Begitupun dengan cabe, sudah mulai naik," tandasnya.

Didik menjelaskan pihaknya terus bekerjasama dengan bulog dan dinas terkait, guna menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Gorontalo.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved