Kejahatan dan Kekerasan
Suami Bunuh Istri gara-gara Ngeyel Ditegur
Seorang pria yang diidentifikasi sebagai PN (30) telah memberikan kesaksian palsu, mencoba menyalahkan orang tak dikenal atas kematian korban di rumah
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-seorang-istri-dibunuh-suaminya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus pembunuhan istri oleh suami terjadi di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Minggu (25/2/2024).
Seorang pria yang diidentifikasi sebagai PN (30) telah memberikan kesaksian palsu, mencoba menyalahkan orang tak dikenal atas kematian korban di rumah mereka.
Identitas korban, yang disebut sebagai SN, ditemukan tewas di kediamannya di kawasan perkebunan PT Mayawana Persada, Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara.
Baca juga: Gara-gara Kampanyekan Prabowo dan Gibran, Kades Tarik Sidoarjo Divonis 5 Bulan Penjara
PN, tersangka dalam kasus ini, menghadiri konferensi pers di Mapolres Kayong Utara, di mana ia menyatakan penyesalan atas perbuatannya.
Dia mengakui bahwa tindakannya terjadi dalam momen emosi setelah pertengkaran dengan korban.
Menurut Kapolres Kayong Utara, AKBP Achmad Dharmianto, pertengkaran antara pasangan itu dipicu oleh masalah sepele terkait persiapan makanan.
Ini menunjukkan bahwa konflik rumah tangga telah berlangsung sebelum tragedi pembunuhan tersebut.
Pada malam kejadian, PN telah menegur istrinya karena menggunakan handphone, yang memicu pertengkaran.
Baca juga: BREAKING NEWS Tiba di Gorontalo, Menparekraf Sandiaga Uno Akan Temui Pelaku Usaha Kreatif
Korban menanggapi dengan geram, mengakibatkan PN tidur di luar rumah. Namun, kebisingan handphone korban masih terdengar, memperburuk situasi.
PN kemudian mengambil parang dan membunuh korban di dalam rumah mereka. Tindakan tersebut mengakibatkan luka fatal pada leher korban.
Akibat perbuatannya, PN dijerat dengan pasal 340 KUHPidana subsider pasal 338 KUHPidana dan pasal 351 ayat (3) KUHPidana.
Penyelidikan polisi mengungkap bahwa PN mencoba menyembunyikan perbuatannya dengan mengarang cerita serangan dari orang tak dikenal. Namun, bukti mengarah pada keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut.
Baca juga: Tim SAR Kembali Lanjutkan Pencarian Korban Longsor di Luwu
Keluarga korban, terutama kakak korban bernama Midah, menyatakan curiga terhadap PN karena adanya riwayat konflik dalam rumah tangga mereka.(*)