Rabu, 4 Maret 2026

BPBD Provinsi Gorontalo

BPBD Provinsi Gorontalo Punya 2 Sirene Tsunami Bertenaga Surya, di Sini Lokasinya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Gorontalo mengatakan siaga bencana termasuk tsunami.

|
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BPBD Provinsi Gorontalo Punya 2 Sirene Tsunami Bertenaga Surya, di Sini Lokasinya
TribunGorontalo.com/Fernandes
Kantor BPBD Provinsi Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo memperkuat mitigasi bencana termasuk tsunami.

Menurut Sofian Adjarah, Sub Koor Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Gorontalo, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah untuk menanggulangi bencana di Provinsi Gorontalo.

Provinsi Gorontalo disebut memiliki dua sirene tsunami. Satu di Kota Gorontalo yakni di Parkiran Bele Li Mbu'i, sementara satu lagi berada di Kabupaten Gorontalo Utara.

"Setiap tanggal 26 dilakukan pemeliharaan dengan uji coba sirene pukul 9 atau 10 pagi," kata Sofian kepada TribunGorontalo.com, Jumat (23/2/2024).

Sirene itu memiliki sistem kontrol langsung dari kantor BPBD dan dibunyikan jika ada potensi tsunami.

BPBD senantiasa berkoordinasi dengan BMKG untuk mengecek potensi tsunami.

Adapun sirene tsunami itu sudah menggunakan tenaga surya. Sehingga walau listrik dipadamkan saat bencana, sirene masih tetap berbunyi.

Selain kesiagaan terhadap bencana tsunami, BPBD Provinsi Gorontalo juga siaga terhadap bencana banjir.

Tahun 2024 ini Provinsi Gorontalo kebagian tiga alat Eraly Warning System (EWS) banjir yang akan ditempatkan di daerah dianggap rawan.

Baca juga: Ratusan Demonstran Minta KPU Hentikan Rapat Pleno di Kecamatan Tabongo Gorontalo

Sebelumnya informasi mengenai bencana masih menggunakan sistem Pusdalop (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) dan situs web Call Center 117.

Namun website tersebut masih dalam perbaikan. Sehingga penerimaan informasi biasanya menggunakan sosial media.

"Seperti WhatsApp, Instagram, Twitter, dan Facebook," ujar Moh Tahir Laendeng, Sub Koordinator Kedaruratan dan Logistik.

Nantinya walaupun sudah ada EWS, tetap membutuhkan partisipasi dari warga terlatih untuk menekan tombol di alat tersebut.

Untuk itu, sejak 2012 hingga saat ini, BPBD Provinsi selalu mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menghadapi bencana.

Seperti mengadakan intervensi yakni desa tangguh bencana, satuan pendidikan tangguh bencana, hingga keluarga tangguh bencana.

Pada 2023 telah 267 desa/kelurahan diintevensi yang tersebar di berbagai Provinsi Gorontalo. Dalam hal ini BPBD berkolaborasi dengan Universitas Negeri Gorontalo.

"Berkolaborasi jadinya. Ada di Kabupaten Gorontalo dibuat menggunakan dana desa," tambah Sofian.

Mereka pun menyebutkan kalau perlengkapan untuk penanggulangan bencana sudah memadai. Mulai truk dapur, truk toilet, perahu, dan berbagai alat transportasi pendukung lainnya.

Adapun perihal curah hujan yang mulai meningkat di Gorontalo, BPBD memandang Gorontalo masih dalam kondisi terkendali.

"Memang yang rawan itu Bulango Utara, tetapi hingga saat ini masih aman," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved