Kamis, 5 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Ratusan Demonstran Minta KPU Hentikan Rapat Pleno di Kecamatan Tabongo Gorontalo

Massa aksi meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo menghentikan sementara pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Ratusan Demonstran Minta KPU Hentikan Rapat Pleno di Kecamatan Tabongo Gorontalo
TribunGorontalo.com/Herjianto
Massa aksi menuntut KPU menghentikan rapat pleno di Kecamatan Tabongo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Massa aksi meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo menghentikan sementara pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

Ratusan demonstran mengatasnamakan Aliansi Peduli Demokrasi Kecamatan Tabongo ditegaskan oleh koordinator lapangan (korlap) Rahmat Aju, Jumat (23/2/2024).

Mereka merasa ada kejanggalan dalam proses pemungutan suara di salah satu desa Kecamatan Tabongo.

Keganjilan itu terjadi karena penghitungan suara sempat dihentikan selama enam jam. Dimulai sejak pukul 01.00 Wita dini hari hingga pukul 07.00 Wita, Kamos (15/2/2024).

Menurut Rahmat, mereka mendesak Komisioner KPU sembari menunggu Bawaslu Kabupaten Gorontalo mempertimbangkan tuntutan yang disampaikan.

Massa aksi kian memanas di saat berdialog dengan salah satu Komisioner KPU, Agustina Ali Bilondatu.

"Tolong jangan alihkan tuntutan kami dengan paras cantiknya ibu," ucap Rahmat.

Pada kesempatan itu, Agustina pun menuturkan bahwa pihaknya tidak bisa menghentikan proses yang sementara berjalan.

Secara ketentuan prosedural, kata Agustina, tahapan di KPU Kabupaten Gorontal mengikuti ketentuan dari KPU RI.

"Kalau ada temuan di lapangan, tolong laporkan. Pasti akan kami tindaklanjuti," ujar Agustina saat tengah berdialog dengan korlap aksi.

Namun Rahmat tetap berupaya meminta waktu beberapa jam saja, agar proses pleno di Kecamatan Tabongo dihentikan sementara.

Agustina pun tetap teguh dengan pernyataan sebelumnya. Di mana pihaknya tak bisa menuruti permintaan massa aksi.

Dialog berlangsung cukup panas, masa aksi juga diintruksikan untuk maju mendekati pintu masuk halaman KPU.

"Ambilkan bensin! Kita bakar pagar ini," teriak salah satu korlap lain.

Namun beberapa saat kemudian hujan turun dengan intensitas tinggi, membuat massa aksi berpencar mencari tempat berteduh.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved