Minggu, 15 Maret 2026

Viral Lokal

Viral Istri Caleg DPRD Kota Gorontalo Ngamuk Minta Warga Kembalikan Uang 'Serangan Fajar'

Istri Burhanuddin Hippy, Ulfa, mengamuk sambil mengetuk rumah warga pada malam hari, Senin (19/02/2024).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Viral Istri Caleg DPRD Kota Gorontalo Ngamuk Minta Warga Kembalikan Uang 'Serangan Fajar'
TribunGorontalo.com/Andika Machmud
Alan Muhammad menjelaskan kronologis caleg mengamuk kepada polwan di kediaman orang tuanya, Kelurahan Tenda Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Senin (19/2/2024) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Istri Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Gorontalo mengamuk usai suaminya tidak terpilih menjadi anggota Legislatif.

Ia meminta warga untuk mengembalikan sejumlah uang yang telah diberikan sebelum pemilihan 14 Februari 2024.

Diketahui beberapa hari sesudah pemilihan umum, sudah ada pembicaraan mengenai pengembalian uang yang telah dibagikan.

Alan Muhammad, anak warga yang diminta kembalikan uang tersebut menjelaskan ia sudah melakukan diskusi terkait pengembalian uang ke U, istri caleg.

"Sebelumnya memang sudah ada pembicaraan secara kekeluargaan, kami akan kembalikan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (19/02/2024).

Alan mengungkap, U saat datang pertama kali ke rumahnya sudah dalam keadaan emosi.

"Dia gebrak-gebrak meja, tapi kami janji di situ akan dikembalikan," jelasnya.

Dari informasi yang didapatkan Tribun Gorontalo, uang yang diberikan sejumlah Rp22 juta. Namun, uang tersebut dicicil U ke warga tersebut

U merasa bahwa dirinya dicurangi lantaran orang yang dipercayai tidak membagikan uang ke warga.

Warga sekitar menjelaskan jika uang tersebut tidak dibagikan akibat orang lain telah didata untuk diberikan itu telah ada pilihan lain untuk pemilihan nanti.

Sehingga Alan mengungkapkan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka uang tersebut tidak diberikan.

Tidak mengetahui hal itu, oknum tersebut lantas memaki dan membentak korban dengan kata-kata tidak senonoh.

"Saya tidak terima orangtua saya dibilang seperti itu, kalau untuk mengembalikan kami siap, tapi jangan bilang seperti itu (memaki)" jelasnya.

Kejadian yang terjadi di Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo menjadi tontonan warga sekitar.

"Banyak masyarakat yang lihat kelakuannya," jelas Alan.

Anak korban menjelaskan memang caleg memberikan uang untuk mendapatkan 70 suara di kelurahannya. Namun setelah dihitung, caleg tersebut hanya mendapatkan 22 suara.

"Semua orang yang didata kalo ditanya mengaku memilih dia, ya kami mau bagaimana?," ungkap Alan.

Akibat keadaan yang tidak kondusif akhirnya pihak kepolisian datang untuk mengamankan masyarakat sekitar.

Beberapa saat setelah adanya pihak kepolisian, masyarakat sekitar dapat dilerai masalahnya.

Alan menjelaskan jika ia tidak berniat buruk terhadap oknum caleg tersebut.

"Saya cuma tidak suka orang tua saya dimaki-maki lewat telepon atau langsung," tutupnya.

Disclaimer : Artikel ini sudah mengalami perubahan pada Kamis 22 Februari 2024 pukul 10.55 Wita. Redaksi menambahkan hasil konfirmasi ke berbagai pihak

Istri Caleg di Gorontalo Ini Bantah Tudingan Serangan Fajar, Sebut Murni Penipuan

Ulfa Nilawaty, istri dari calon legislatif, membantah tudingan bahwa dirinya meminta uang "serangan fajar" kepada warga di TPS 1, Kelurahan Tenda, Hulonthalangi, Kota Gorontalo.

Sebelumnya, Ulfa diberitakan meminta pengembalian uang karena suaminya tidak mendapatkan suara yang diinginkan di TPS tersebut.

Melalui klarifikasinya, Ulfa menjelaskan bahwa uang yang diberikannya kepada Dewi Mopangga, bukan untuk serangan fajar, melainkan sebagai bantuan kepada warga yang membutuhkan di kawasan Pabean.

Namun, Ulfa menduga dirinya ditipu karena bantuan tersebut tidak pernah sampai kepada warga yang dimaksud.

Dewi Mopangga, yang merupakan orang kepercayaan Ulfa, datang ke rumah Ulfa untuk meminta bantuan dana atas nama Lidyawaty Husain alias Naya, seorang warga yang kesulitan membayar air.

Ulfa yang merasa iba dengan cerita Dewi, memberikan sejumlah uang untuk membantu Naya.

"Dia (Dewi) datang ke rumah saya untuk minta bantuan, karena di belakang rumahnya ada warga bernama Lidyawaty Husain alias Naya dan sedang kesusahan untuk membayar air," ucap Ulfa kepada TribunGorontalo.com, Rabu (21/02/2024).

Namun, setelah ditelusuri, Naya mengaku tidak pernah meminta dan menerima bantuan tersebut.

"Bahkan katanya, ibu Naya tidak pernah ketemu ibu Dewi," jelasnya.

Ulfa kemudian menanyakan Dewi tentang penyaluran bantuan tersebut.

Dewi menjelaskan bahwa bantuan telah diberikan kepada Rusni Mantali, namun Rusni juga mengaku tidak pernah menerima bantuan tersebut.

"Konfirmasi ke Ibu Rusni, tapi katanya tidak pernah juga menerima bantuan tersebut," jelas Ulfa.

Dewi kemudian mengubah pernyataannya dan mengatakan bahwa bantuan telah diberikan kepada Aca, cucu Rusni.

Namun, Aca mengaku dipaksa oleh Dewi untuk mengaku menerima uang tersebut.

Ulfa, yang merasa dirugikan dan ingin membantu warga yang benar-benar membutuhkan, berencana untuk memproses kasus penipuan ini.

"Masyarakat ini tidak terima namanya dibawa dalam kasus ini, mereka minta saya proses kasus ini, dan saya akan mengawal kasus penipuan ini," ungkapnya.

Konfirmasi Rusni dan Aca

TribunGorontalo.com mencoba untuk menelusuri kebenaran dan penjelasan dari Rusni selaku saksi dari penuturan Ulfa.

Rusni mengungkapkan bahwa ia tidak pernah meminta bantuan berupa uang untuk membayar PDAM.

"Tidak minta apa-apa," jelasnya.

Selain itu, ungkap Rusni, dirinya tidak mengetahui adanya uang yang diberikan Ulfa kepada Dewi terkait dirinya.

TribunGorontalo.com akhirnya mencoba untuk mencari penjelasan dari Aca selaku yang menerima bantuan tersebut.

Dalam penjelasan Aca, ia mengungkap menerima uang bantuan tersebut pada hari Minggu, (18/02/2024).

"Hari minggu itu saya ditelepon oleh ibu Dewi, katanya ada yang mau dibicarakan," ungkapnya.

Saat itu, ungkap Aca, ia pun menemui Dewi untuk menanyakan perihal yang ingin dibicarakan.

Aca menjelaskan jika dirinya diberi uang Rp1,5 juta oleh Dewi.

Namun menurut Aca, dirinya masih tidak mengetahui alasan dirinya diberikan uang tersebut.

"Katanya saya bilang 'iya' saja, kalo ditanya mengenai pemberian uang ini," ungkap Aca.

Selain itu, Aca menjelaskan jika dirinya disuruh untuk mengatakan bahwa pemberian tersebut dilakukan sebulan yang lalu.

"Oleh karena itu, saya ketika ditanya ibu Ulfa, saya cuma bilang lupa," ungkapnya.

Sampai berita ini dipublish, Aca sudah mengembalikkan uang tersebut karena merasa tidak memintanya.

"Saya sudah kembalikan uang itu," tutupnya. (*) (TribunGorontalo.com/Andika)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved