Kebakaran Gorontalo
Cerita Korban Kebakaran Rumah di Kota Gorontalo, Sempat Firasat Buruk sampai Tunda Bepergian
Yuspandi Halid, korban rumah kebakaran di Kota Gorontalo menceritakan detik-detik sebelum insiden terjadi.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yuspandi-Halid-bercerita-tentang-rumahnya-sebelum-kebakaran.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Yuspandi Halid, korban rumah kebakaran di Kelurahan Liluwo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo, menceritakan detik-detik sebelum insiden terjadi.
Awalnya Yuspandi bersama istrinya berencana keluar rumah. Namun ia merasakan firasat buruk sampai batal bepergian.
"Sempat saya mendapatkan firasat tidak enak, makanya saya tahan beberapa menit untuk keluar," kata Yuspandi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (20/02/2024).
Tak lama kemudian, anak Yuspandi lalu melihat api di atap rumah mereka. Lalu tiba-tiba Yuspandi mendengar suara ledakan.
"Saat itu, saya dan istri di dalam rumah, yang lihat itu anak saya," jelasnya.
Rupanya ledakan itu membuat warga sekitar berhamburan keluar dan membantu Yuspandi memadamkan api.
"Bayangkan, air di sumur belakang rumah itu sampai habis untuk memadamkan api," ungkap Yuspandi.
Namun upaya warga tak membuahkan hasil. Api semakin membesar kendatipun cuaca mendung.
"Sepertinya itu yang buat api cepat besar, apalagi ruangan di sebelah itu pitate," ucapnya.
Warga kemudian menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah kobaran api kian besar.
Mobil damkar tiba di lokasi sekira pukul 15.35 Wita bersamaan aparat kepolisian.
Polisi langsung menyuruh warga sekitar menjauh dari titik api.
Tiga mobil damkar secara bergantian memadamkan api.
"Saya sekarang ini cuma ada motor itu pun diselamatkan warga," ucapnya.
Nahas, barang-barang berharga milik Yuspandi tak terselamatkan.
Baca juga: Aktivis dan Dosen Kecam Kebijakan UNG Gorontalo soal Perpindahan Status BLU jadi PTNBH