Beras Gorontalo
Petani Pohuwato Menyambut Gembira Kenaikan Harga Beras Gorontalo
Irwan Ja'far, seorang petani sawah di Kecamatan Duhiadaa, mengungkapkan rasa senangnya dengan kondisi ini.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Petani-sawah-di-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Kenaikan harga beras di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo membawa angin segar bagi para petani.
Irwan Ja'far, seorang petani sawah di Kecamatan Duhiadaa, mengungkapkan rasa senangnya dengan kondisi ini.
"Senang karena beras naik," kata Irwan kepada tribunnews.com, Senin (19/2/2024).
Kenaikan harga beras ini dirasa Irwan dapat membantu meningkatkan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dengan harga saat ini, Irwan mampu mendapatkan penghasilan lebih dari 20 juta rupiah dalam sekali panen.
"Lahan saya 50x50 dan biasanya sekali panen 1.500 ton beras. Waktu itu harga masih Rp. 450.000 per karung. Kalau sekarang, harganya Rp.700.00 sampai Rp. 1.000.000 sekarug. Maka dengan harga itu, saya bisa dapat 20 juta lebih dalam sekali panen," tuturnya.
Senada dengan Irwan, Ismail Dakulong, seorang penampung beras di Kecamatan Duhiadaa, juga menyambut positif kenaikan harga beras.
Ia yakin kenaikan ini akan menguntungkan para petani yang selama ini telah berjuang.
"Banyak petani saya kemarin mengeluh, harga beras tidak naik. Tapi kalau sekarang naik pasti mereka senang," kata Ismail.
Ismail menambahkan, kenaikan harga beras di Pohuwato sebenarnya sudah sepatutnya terjadi.
Hal ini dikarenakan para petani di Kecamatan Marisa dan Duhiada baru bisa menanam padi tahun ini setelah dua tahun sebelumnya mengalami kesulitan panen.
"Selama dua tahun mereka tidak bisa menanam. Nnti di tahun 2024 ini. Sudah tepat kalau misalkan harga beras di Pohuwato naik," tutupnya.
Kenaikan harga beras di Pohuwato ini menjadi contoh bagaimana sebuah situasi dapat membawa dampak positif bagi pihak-pihak tertentu.
Di tengah kekhawatiran masyarakat akan inflasi, para petani di Pohuwato justru merasakan manfaat dari kenaikan harga beras. (*)