Minggu, 22 Maret 2026

Cap Go Meh Gorontalo

Warga Muslim-Kristen Gotong Royong Meriahkan Cap Go Meh Gorontalo, Ada yang jadi Pemain Barongsai

Warga muslim dan kristen gotong royong bersama Umat Kelenteng Tulus Harapan Kita dalam merayakan Cap Go Meh.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Warga Muslim-Kristen Gotong Royong Meriahkan Cap Go Meh Gorontalo, Ada yang jadi Pemain Barongsai
TribunGorontalo.com/Fernandes
Umat Klenteng Tulus Harapan Kita beribadah jelang perayaan Cap Go Meh, Sabtu (17/2/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga muslim dan kristen gotong royong bersama Umat Kelenteng Tulus Harapan Kita dalam merayakan Cap Go Meh.

Hengky Kamoli, Wakil Ketua Pengurus, mengatakan gotong royong itu telah berjalan sejak lama.

Ada yang menjadi pemain barongsai hingga melipat uang kertas yang disiapkan untuk perayaan Cap Go Meh.

"Cuma waktu merayakan, mereka (umat muslim-kristen) enggak ikut sembayang," ucap Hengky kepada TribunGorontalo.com, Minggu (18/2/2024).

Setiap tahun baru lunar atau imlek, kata Hengky, warga ramai datang ke kelenteng.

Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com sejak Kamis (15/2/2024), pemuda-pemudi sibuk latihan latihan barongsai.

Jadwal latihan itu biasanya dimulai sejak pukul 17:00 Wita hingga malam hari di halaman Kelenteng Tulus Harapan Kita, Jl S Parman, Kelurahan Biawo, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Kemeriahan itu turut dirasakan oleh warga muslim, seperti diungkapkan Sitti Hijriyati Alifya Darmo.

Wanita kerap disapa Cici Pia  itudiketahui beragama Islam. Namun ia turut berperan dalam persiapan perayaan Cap Go Meh.

Setiap tahun Cici Pia bertugas memegang figuran-figuran di perayaan Cap Go Meh.

Bahkan sebelum sembahyang pada Sabtu malam (17/2/2024), Pia sempat ikut keluarganya melipat uang kertas untuk persembahan.

"Karena dari kecil oma sudah ajak buat ikut perayaan Cap Go Meh," ungkapnya.

Pia selalu bersemangat karena memang perayaan Cap Go Meh sangat dinanti-nantikan olehnya.

Pendapat serupa dilontarkan Shania Korin.

Shaniam merupakan jemaat Viara Buddha Dharma Gorontalo. Berlokasi tepat di samping Kelenteng Tulus Harapan Kita.

Shania juga aktif dalam setiap perayaan Cap Go Meh di kelenteng tersebut.

ia selalu mendapat tugas sebagai Tim Tambur untuk memainkan alat musik Tanjidor.

"Saya selalu bertugas jadi Tim Tanji," tuturnya sumringah.

Baca juga: Meriahkan Hari Puncak Cap Go Meh, Pemuda Klenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo Latihan Barongsai

Umat Klenteng Tulus Harapan Kita Sembahyang

Sembayang Tuhan telah dijalankan Umat Kelenteng Tulus Harapan Kita pada Sabtu Malam (18/2/2024).

Sembayang itu dilakukan untuk ucapan terima masih pada Sang Pencipta. Selain itu, sembahyang bertujuan memohon berkat di tahun yang baru.

Upacara Sembahyang selalu dilakukan pada hari ke delapan setelah Tahun Baru Imlek.

Peribadatan itu berjalan sangat kusyuk, dihadiri 250 jemaat.

Mereka mengenakan pakaian berwarna serba putih.

Beberapa persembahan seperti buah-buahan, minuman, dan wewangian memenuhi halaman kelenteng.

Persembahan itu diletakkan di sebuah rak berukuran tinggi yang disebut sebagai 'media tinggi'.

"Maknanya kita mengagungkan sang pencipta," ujar Yeni Liantong, Pengurus Kelenteng, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Minggu (18/2/2024).

Dupa yang digunakan sembahyang ditancapkan di sebuah tempat bernama Hiolo.

Hiolo itu berukuran besar berwarna merah dan telah diisi beras sebanyak tiga karung.
 
Lilin-lilin besar dinyalakan di bahu jalan menuju kelenteng.

Di sisi kanan dan kiri klenteng digantung kertas berbagai bentuk yang memiliki makna sebagai uang.

Setelah sembahyang selesai, uang-uang kertas itu dibakar. 

"Biar perahaan Cap Go Meh hari Sabtu, bisa keluar dan berjalan damai," tutur Hengky Kamoli.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved