Selasa, 3 Maret 2026

Pilkada Gorontalo 2024

Dani Prabowo Terjebak Antrean di TPS Dulalowo Gorontalo karena Banyak Warga tak Tahu Cara Mencoblos

Saking panjangnya antrean, seorang warga ada yang mengaku antre hingga satu jam. Ia baru bisa diberi kesempatan mencoblos setelah lelah menunggu. 

|
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dani Prabowo Terjebak Antrean di TPS Dulalowo Gorontalo karena Banyak Warga tak Tahu Cara Mencoblos
TribunGorontalo.com/AndikaMachmud
Antrian di TPS Dulalowo, Kota Tengah, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Antrean mengular di tempat pemungutan suara (TPS) 007 Dulalowo Timur, Kota Tengah Gorontalo, Rabu (14/2/2024). 

Saking panjangnya antrean, seorang warga ada yang mengaku antre hingga satu jam. Ia baru bisa diberi kesempatan mencoblos setelah lelah menunggu. 

Adalah Dani Dwi Prabowo yang menjelaskan dirinya antre di lorong TPS 7 Dulalowo Timur hingga satu jam.

"Saya tadi antre hingga 1 jam," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com,  Rabu (14/02/2024).

Keluh kesah dari Dani pun tak terhindarkan. Apalagi, saat antre dirinya tak diberi kursi untuk duduk. Terpaksa dirinya berdiri kadang-kadang jongkok. 

"Tidak ada tempat duduk antrean, selain itu di dalam TPS juga tempat duduk juga sedikit," keluhnya.

Meski protes, namun ia bersyukur bisa mendapatkan antrean paling depan.

"Tadi saya ngeluh kalo masih lama, mending saya pulang aja, panas-panasan di sini," jelasnya.

Pria berumur 29 tersebut diketahui sebagai pemilih pindahan dari Jawa Tengah.

"Saya pindahan dari Jawa Tengah dan harus membawa KTP dan Surat Pindah Memilih," ungkapnya.

Dani sudah menetap dua tahun di Gorontalo, sehingga ia memutuskan untuk memberikan hak suaranya di perantauannya.

Sementara warga lainnya, juga mengungkap keluhan. Sebab, dirinya telah berjam-jam antre. 

"Saya sudah sejam di sini, tidak nyaman," jelasnya.

Ia mengeluh karena petugas sudah ada Bimbingan Teknis (bimtek).

"Itu kan sudah ada bimbingan terlebih dahulu, seharusnya hal seperti ini bisa dicarikan solusi," keluhnya.

Selain itu, beberapa warga sempat saling curhat, mengeluh TPS-nya tidak nyaman.

"Ada beberapa yang mau pulang jika masih lama antreannya," ungkapnya.

Ia mengharapkan nantinya pemilu 5 tahun ke depan akan semakin profesional.

"Semoga nanti semakin profesional dan masalah bisa teratasi," ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved