Berita Kampus
Dosen Universitas Negeri Gorontalo Sebut Tidak Tolerir Mahasiswa Pakai Joki Skripsi
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr Abdul Hafidz Olii, menanggapi fenomena joki skripsi mahasiswa.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dekan-Fakultas-Ekonomi-Universitas-Negeri-Gorontalo-Raflin-Hinelo.jpg)
Penyedia jasa itu sengaja tak menaruh nominal harga, hanya embel-embel "harga sesuai kantong mahasiswa".
Beberapa poster tampak lusuh. Sebagian lainnya masih tampak seperti baru.
Menanggapi hal itu, beberapa mahasiswa bersikap santai.
Wanda Fibrianti (19), Mahasiswa UNG, mengatakan poster-poster joki itu sudah lumrah bagi kebanyakan mahasiswa.
"Semakin ke sini sudah lumrah (poster joki)," kata Wanda kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (10/2/2024).
Menurutnya nilai mahasiswa yang menggunakan jasa joki itu lebih tinggi ketimbang mahasiswa mandiri (tak menyewa joki).
"Kadang nilai yang joki itu lebih tinggi daripada yang effort sendiri" tambahnya.
Pendapat serupa dilontarkan Gilang Mohi (19). Bagi Gilang, fenomena ini jadi lumrah karena ketidakpedulian dosen terhadap tugas mahasiswa.
"Dosen kan kadang-kadang tidak memerhatikan tugas mahasiswa, jadi mahasiswa banyak menggunakan joki," ujar Gilang.
(TribunGorontalo.com/Fernandes)