Berita Kampus
Dosen Universitas Negeri Gorontalo Sebut Tidak Tolerir Mahasiswa Pakai Joki Skripsi
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr Abdul Hafidz Olii, menanggapi fenomena joki skripsi mahasiswa.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dekan-Fakultas-Ekonomi-Universitas-Negeri-Gorontalo-Raflin-Hinelo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Abdul Hafidz Olii, menanggapi fenomena joki skripsi mahasiswa.
Menurutnya, aturan penyebaran poster jasa joki tugas dan skripsi di luar ranah kampus.
Sekalipun poster secara terang-terangan poster itu disebarkan di gazebo UNG.
Abdul menjelaskan, kalau ada mahasiswa menggunakan jasa joki berarti itu bertujuan untuk memperbaiki nilai mereka.
Namun, ia percaya bahwa seluruh mahasiswanya mampu mengerjakan tugas, terutama skripsi.
"Saya yakin sih mampu, tapi jalan pintasnya dia aja gitu," kata Abdul Hafidz kepada TribunGorontalo.com, Senin (12/2/2024).
Sementara itu, Dekan Fakuktas Ekonomi UNG, Raflin Hinelo, mengungkapkan pihaknya tidak mentolelir pungguna jasa joki.
"Pihak kita di sini tidak menoleransi tentang masalah joki skripsi," tuturnya.
Baginya, dosen menginginkan keaslian hasil pemikiran mahasiswanya.
Pihak kampus akan mengarahkan petugas untuk mencopot poster-poster joki yang tersebar.
Diberitakan sebelumnya, poster jasa joki skripsi berseliweran di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, Sabtu (10/2/2023), rata-rata poster dipajang di gazebo kampus.
Seperti Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Ekonomi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, sampai depan gedung Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan.
Poster-poster berukuran kecil hingga besar itu ditempel menggunakan lakban.
Para joki menawarkan jasa parafrase, ketik, menulis, mengerjakan tugas, membuat jurnal, hingga pembuatan skripsi.
Baca juga: Terang-terangan, Poster Jasa Joki Skripsi Berseliweran di Universitas Negeri Gorontalo
Penyedia jasa itu sengaja tak menaruh nominal harga, hanya embel-embel "harga sesuai kantong mahasiswa".
Beberapa poster tampak lusuh. Sebagian lainnya masih tampak seperti baru.
Menanggapi hal itu, beberapa mahasiswa bersikap santai.
Wanda Fibrianti (19), Mahasiswa UNG, mengatakan poster-poster joki itu sudah lumrah bagi kebanyakan mahasiswa.
"Semakin ke sini sudah lumrah (poster joki)," kata Wanda kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (10/2/2024).
Menurutnya nilai mahasiswa yang menggunakan jasa joki itu lebih tinggi ketimbang mahasiswa mandiri (tak menyewa joki).
"Kadang nilai yang joki itu lebih tinggi daripada yang effort sendiri" tambahnya.
Pendapat serupa dilontarkan Gilang Mohi (19). Bagi Gilang, fenomena ini jadi lumrah karena ketidakpedulian dosen terhadap tugas mahasiswa.
"Dosen kan kadang-kadang tidak memerhatikan tugas mahasiswa, jadi mahasiswa banyak menggunakan joki," ujar Gilang.
(TribunGorontalo.com/Fernandes)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.