Human Interest Story
Meydi Lasaleng Mahasiswa Kedokteran Rusia Bertekad Bangun Rumah Sakit Gratis di Gorontalo
Meydi bertekad membangun klinik dan rumah sakit berfasilitas lengkap. Semua itu karena kecintaannya di tanah kelahirannya.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Meydi-Lasaleng.jpg)
Adalah Dokter Lie A Darmawan yang membuatnya terinspirasi. Pria akrab disapa Meydi itu mengatakan, tulisannya memuat tentang kisah dokter yang membuat rumah sakit apung.
Selain itu, ia merupakan runner-up Olimpiade Rusia tingkat Provinsi.
Meskipun sangat aktif mengikuti perlombaan, nilai akademiknya juga tinggi. Terbukti Meydi mendapatkan potongan harga UKT 20-35 persen. Ia hanya membayar sekitar 30-40 juta.
"Di kampus ini menyediakan diskon untuk mahasiswa yang memiliki prestasi, dan nilai yang tinggi. Biasanya, nilai itu diukur dari ujian. Saya dapat nilai sempurna 4 dari 6 ujian. Sisanya, nilainya 4 dari range 0 sampai 5," jelasnya.
Baca juga: Pilu! Tak Ada Beras, Kakek di Gorontalo Ini Makan Kelapa Parut Dicampur Air
Tantangan kuliah di luar negeri
Diketahui seluruh pelajar di Indonesia dihimbau untuk menjalin komunikasi dengan pihak kedutaan, jika terjadi pertikaian yang lebih besar antar kedua negara.
Namun selama ini Meydi masih merasa aman. Ia hanya mengeluh harga bahan pokok naik.
Dibalik kegigihannya, ternyata ibunya yang menjadi alasan utama ia menjadi Dokter.
"Ibu saya asma dan sering sakit," jelasnya.
Ia ingin melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis bedah syaraf di Jerman.
"Saya ingin mengambil bedah syarah karena tentu itu bidang tersulit kedokteran. Syaratnya IPK harus tinggi. Bidang itu membutuhkan konsentrasi yang tinggi," tandasnya.